Share

Pemimpin Chechnya Umumkan Hadiah Rp991 Juta untuk Basmi Tentara Ukraina Pembakar Alquran

Senin 20 Maret 2023 15:37 WIB
https: img.okezone.com content 2023 03 20 18 2784412 pemimpin-chechnya-umumkan-hadiah-rp991-juta-untuk-basmi-tentara-ukraina-pembakar-alquran-rmv12Qj3de.jpg Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov. (Foto: Reuters)

MOSKOW – Pimpinan Chechnya Ramzan Kadyrov telah menawarkan hadiah untuk “membasmi” tentara Ukraina yang terekam menodai dan membakar Alquran dalam sebuah video viral. Rekaman yang beredar pekan lalu menunjukkan dua pria yang tampak seperti seragam militer Ukraina menggunakan halaman dari Alquran Islam untuk menyalakan api.

Dalam posting di Telegram pada Jumat, (17/3/2023), Kadyrov bersikeras bahwa hanya mengeluarkan “kecaman resmi atas tindakan hama Ukraina yang baru-baru ini membakar halaman-halaman dari Alquran” tidak akan cukup.

“Saya mengumumkan hadiah lima juta rubel (sekira Rp991 juta) untuk membasmi sampah ini,” tulisnya sebagaimana dilansir RT. Dia menambahkan bahwa hadiahnya akan dua kali lebih tinggi jika tentara penoda Alquran itu ditangkap hidup-hidup.

Dia menegaskan, penghargaan itu bisa diklaim kapan saja di masa depan. “Kapan pun itu terjadi – hari ini, besok, dalam setahun – uang akan menunggu. Dan tidak peduli siapa yang melakukannya: satu peleton, kelompok, satu orang, tetangga di parit, uangnya akan diserahkan sepenuhnya.

Dalam postingan terpisah, Kadyrov bersumpah bahwa dia tidak akan membiarkan siapa pun memperlakukan kitab suci Islam dengan tidak hormat. Dia mengungkapkan harapan bahwa hukuman Tuhan akan diberikan kepada para penghujat “melalui prajurit kami yang ingin menghancurkan Anda lebih dari keinginan Anda inginkan untuk hidup.”

Follow Berita Okezone di Google News

Menurut Kadyrov, rekaman terbaru mewakili ideologi negara Ukraina dan menggambarkan sifat "fasis-setan". Dia mengatakan dirinya ragu bahwa pria dalam video tersebut akan berani melakukan ini seandainya ada satu orang Chechnya atau Muslim di sekitarnya pada saat itu.

Pemimpin Chechnya itu juga mencemooh "orang-orang yang disebut Muslim yang diduga berperang sebagai bagian dari angkatan bersenjata Ukraina".

“Orang-orang seperti itu tidak memiliki alasan untuk memihak ‘musuh Allah’,” kata Kadyrov.

Rusia dan Ukraina telah saling tuding terkait beredarnya video tersebut.

Sementara Moskow menyebut video itu sebagai bentuk Islamfobia dari pihak Ukraina, Kiev mengatakan bahwa video tersebut adalah palsu dan dibuat oleh Rusia sebagai propaganda untuk mendiskreditkan Ukraina.

1
2
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini