Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mengejutkan! Gunung Merapi Kini Mempunyai 2 Kubah Lava Aktif, Pertama dalam Sejarah

Binti Mufarida , Jurnalis-Kamis, 23 Maret 2023 |11:19 WIB
Mengejutkan! Gunung Merapi Kini Mempunyai 2 Kubah Lava Aktif, Pertama dalam Sejarah
Tangkapan layar media sosial
A
A
A

JAKARTA - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Badan Geologi mengungkapkan fakta pertama kalinya dalam sejarah bahwa Gunung Merapi memiliki 2 (dua) kubah lava aktif dalam satu periode erupsi.

“Pertama kalinya dalam sejarah, Gunung Merapi memiliki 2 kubah lava aktif dalam satu periode erupsi. Kubah lava ini adalah kubah lava barat daya dan kubah lava tengah kawah. Pasca kemunculannya pada Januari 2021, kedua kubah lava saat ini masih terus tumbuh,” ujar BPPTKG melalui akun media sosial, Kamis (23/3/2023).

Sebelumnya, Badan Geologi menerbangkan drone untuk memetakan sebaran suhu di puncak Gunung Merapi setelah kejadian erupsi 11 Maret 2023.

“Hasil pemetaan menunjukkan kubah lava barat daya masih terlihat aktif ditunjukkan dengan suhu yang tinggi mencapai 230 derajat Celcius,” ungkap BPPTKG.

Hasil foto udara juga menunjukkan batas material guguran secara lebih jelas. Tampak dua area panas pada bagian tengah dan bawah kubah diduga sebagai lokasi sumber guguran dan awanpanas guguran di sisi barat daya. Bagian selatan kubah barat daya (mengarah ke Sungai Boyong) juga masih tampak aktif.

“Berbeda dengan kubah lava barat daya, suhu pada kubah lava tengah kawah tidak jauh berbeda dengan batuan di sekitarnya. Akan tetapi, terdapat titik panas di tepi timur kubah tengah kawah dengan suhu sebesar 114 derajat Celcius,” katanya.

Sementara itu, kata BPPTKG, dari hasil pemetaan suhu ini menunjukkan bahwa dua kubah lava masih aktif. Suplai magma baik dari dalam maupun dangkal masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di daerah potensi bahaya.

BPPTKG juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di sekitar daerah potensi bahaya.

“Masyarakat direkomendasikan untuk tidak melakukan aktivitas di daerah potensi bahaya tersebut serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi,”tutup keterangan dar BMKG tersebut.

(Fahmi Firdaus )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement