Share

Mayat Wanita Muda Hanya Kenakan Pakaian Dalam Mengambang di Sungai Brantas

Solichan Arif, Koran Sindo · Kamis 23 Maret 2023 16:36 WIB
https: img.okezone.com content 2023 03 23 519 2786170 mayat-wanita-muda-hanya-kenakan-pakaian-dalam-mengambang-di-sungai-brantas-Mgg05ahX0y.jpg Mayat waita muda ditemukan mengambang di Sungai Brantas (Foto : Istimewa)

BLITAR - Seorang perempuan berinisial S (21) warga Kecamatan Kesamben, ditemukan tewas mengambang di tepi Sungai Brantas wilayah Kecamatan Selorejo Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Sehari sebelum ditemukan tewas, korban diketahui pergi dari rumah tanpa pamit suaminya. S diduga mengakhiri hidup dengan terjun ke sungai Brantas.

“Diduga yang bersangkutan bunuh diri dengan melompat ke sungai Brantas yang airnya deras dan dalam,” ujar Kapolsek Selorejo Polres Blitar AKP Eko Soedjoko kepada wartawan Kamis (23/3/2023).

Jenazah Septianasari tersangkut sebatang kayu yang juga terapung di sungai Brantas. Yang pertama kali menemukan adalah seorang pencari ikan. Saat asyik mengintai sasaran dengan panah ikan, saksi melihat sesosok mayat terapung.

Jasad perempuan itu hanya mengenakan pakaian dalam. Pada telinga jenazah berhias sepasang perhiasan anting. Begitu juga pada jari manisnya, melingkar perhiasan cincin.

Temuan mayat itu langsung dilaporkan perangkat desa dan berlanjut diteruskan kepada aparat kepolisian. Dari pemeriksaan petugas, umur kematian korban diperkirakan baru lima jam.

Hasil pemeriksaan medis, ditemukan luka benturan pada bawah telinga dan sudut bibir yang diduga akibat benturan di sungai. Diduga korban bunuh diri dengan terjun ke sungai Brantas.

“Diduga benturan terjadi saat korban melompat ke sungai Brantas,” terangnya. Dalam penyelidikan terungkap korban Septianasari sehari sebelum ditemukan tewas, diketahui pergi dari rumah.

Follow Berita Okezone di Google News

Peristiwa meninggalkan rumah tanpa pamit itu berlangsung pada Rabu (22/3/2023) dini hari sekitar 04.00 Wib. Korban juga tidak pamit dengan suaminya. Karena dicari ke sana-sini tidak ketemu, sang suami kemudian melapor ke perangkat desa.

Keterangan yang diperoleh dari keluarga, korban sudah dua bulan mengalami depresi. Entah apa yang terjadi, korban mengaku sering menerima bisikan gaib yang menyuruhnya bunuh diri.

Menurut Eko Soedjoko, dalam pemeriksaan pada tubuh korban, petugas tidak menemukan tanda bekas terjadinya kekerasan. Pihak keluarga kemudian membuat surat pernyataan yang intinya menolak jenazah diautopsi.

Pihak keluarga menerima peristiwa yang terjadi sebagai musibah dan memutuskan memakamkan jenazah korban. “Pihak keluarga memilih memakamkan jenazah yang bersangkutan,” pungkasnya.

1
2
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini