Menurutnya, ini menjadi waktu yang tepat untuk menunjukkan bahwa Panser Biru adalah suporter yang cinta damai, suporter yang kompak dan punya komitmen untuk selalu mewujudkan kenyamanan.
“Kemarin kami melakukan zoom dengan Wali kota Surabaya agar pertandingan antara PSIS dan Persebaya ini bisa lancar. Mudah-mudahan PSIS yang menang,” tutur Mbak Ita.
Di sisi lain, CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi memuji Panser Biru yang dianggap memiliki sistem keuangan dan administrasi yang tertib. Yoyok menerangkan bahwa anggota Panser Biru rutin menyisihkan uang dan membayar kas di setiap pertandingan.
Pihaknya juga berterima kasih kepada Pemkot Semarang, Polrestabes Semarang, dan seluruh pihak yang telah mengupayakan keamanan menjelang laga PSIS versus Persebaya.
“Matur nuwun Bu Wali dan Wali Kota Surabaya bahu membahu bersama dengan pak Kapolres, Pak Kapolda semuanya berusaha supaya pertandingan PSIS dan Persebaya bisa dilaksanakan. Dukungan Pemerintah Kota Semarang kali ini luar biasa, itu harus kita syukuri,” kata Yoyok.
“Terima kasih kepada Panser Biru atas dukungannya kepada PSIS Semarang yang luar biasa tanpa pamrih selama 22 tahun ini. Panser Biru sudah bertransformasi menjadi suporter yang dewasa. Suporter yang apa ya, menurut saya intelek,” ucapnya.