Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

BNPB: 1.613 Rumah Terendam Banjir di Pohuwato Gorontalo

Binti Mufarida , Jurnalis-Jum'at, 31 Maret 2023 |08:48 WIB
BNPB: 1.613 Rumah Terendam Banjir di Pohuwato Gorontalo
Banjir di Gorontalo (foto: dok ist)
A
A
A

JAKARTA - Banjir merendam sedikitnya 1.613 rumah di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. Berdasarkan data yang dihimpun Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB, banjir melanda enam kecamatan yakni Kecamatan Popayato Barat, Popayato Timur, Lemito, Marisa, Popayato dan Taluditi.

Banjir juga berdampak pada dua fasilitas pendidikan, dua fasilitas kesehatan dan 11,95 hektar perkebunan milik warga. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pohuwato Abdul Muthalib Dunggio mengatakan kegiatan belajar mengajar sempat diliburkan saat terjadi banjir.

Dalam rangka percepatan penanganan bencana yang terjadi, Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga telah menetapkan status keadaan darurat yang berlaku sejak 24 Maret hingga 6 April 2023. Hal ini dituangkan melalui surat keputusan Bupati Pohuwato No. 178/29/III/2023 tentang siaga penetapan status keadaan darurat bencana alam banjir dan banjir bandang di Kabupaten Pohuwato.

“Sekolah sempat diliburkan karena ada genangan air di beberapa sekolah, namun saat ini proses belajar mengajar sudah pulih kembali,” kata Abdul Muthalib dalam keterangan resminya, Jumat (31/3/2023).

Sebelumnya juga dilaporkan terdapat 80 warga yang terpaksa mengungsi ke rumah kerabat terdekat. Kondisi terkini, sejumlah warga sudah mulai kembali ke rumah seiring banjir berangsur surut. Abdul Muthalib menambahkan pihaknya juga telah memberikan bantuan logistik kepada warga terdampak.

“Kami juga telah menyalurkan logistik bagi para warga terdampak, terlebih dalam masa bulan Ramadan ini,” tambah Abdul Muthalib.

Merujuk prakiraan BMKG wilayah Pohuwato masih berpotensi hujan dengan intensitas ringan pada hari ini (30/3). Menyikapi hal ini, BNPB menghimbau masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan, terlebih bagi warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai.

Masyarakat bersama pemerintah daerah agar dapat menyiapkan rencana jangka panjang, salah satunya mengevaluasi kondisi lingkungan kawasan hulu dan sepanjang daerah aliran sungai. Penanaman kembali kawasan hulu dengan vegetasi yang bernilai ekologi dan ekonomi akan mampu mengurangi potensi banjir di masa depan.

(Awaludin)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement