JAKARTA - Panglima TNI Laksamana Yudo Margono telah mengetahui lokasi penyanderaan pilot Susi Air Kapten Philip Mark Mahrtens oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).
"Posisi posisi sudah, kita sudah tahu posisi di mana, sudah," kata Laksamana Yudo di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (5/3/2023).
Namun, dikatakan Yudo, pembebasan pilot asal Selandia Baru itu tetap harus penuh kehati-hatian. Sebab, kelompok penyandera kerap menyatu dengan masyarakat.
Dia juga akan melakukan pendekatan persuasif dengan melibatkan tokoh agama, dan masyarakat menjadi langkah paling utama dalam operasi penyelamatan sang pilot. Terutama negosiasi yang dilakukan antara pemerintah daerah dengan KKB Papua.
"Sehingga kita usahakan secara persuasif, mereka bisa kita bebaskan dengan aman, kondusif, dan masyarakat pun juga tidak tedampak karena mereka bersama sama terus dengan masyarakat dengan anak-anak," katanya.
Yudo menjelaskan, TNI tidak ingin menyerang KKB secara frontal untuk membebaskan pilot. Hal itu dilakukan karena mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat sipil.
"Kalau saya menggunakan operasi militer pun juga bisa, menyerang secara militer saya bisa, saya punya alat, punya apa namanya, punya prajurit yang profesional, tapi nanti siapa korbannya? Masyarakat pasti," pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.