Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tenaga Kerja Indonesia Korban Scamming Alami Penyiksaan, Dicambuk hingga Disetrum

Riyan Rizki Roshali , Jurnalis-Senin, 17 April 2023 |21:55 WIB
Tenaga Kerja Indonesia Korban <i>Scamming</i> Alami Penyiksaan, Dicambuk hingga Disetrum
Ilustrasi. (Foto: Dok Okezone.com)
A
A
A

Selain itu, Hariyanto mengaku mendapatkan bukti penyetruman berupa foto dari para keluarga korban. Tak hanya disetrum, 20 pekerja mendapatkan penyiksaan secara fisik.

"Ibu dari korban itu ada foto-foto penyetruman, bahkan kemudian ada penyiksaan secara fisik itu sering kali terjadi hampir setiap hari," tuturnya.

Dijelaskan Hariyanto, para korban disetrum dengan berbagai alat. Mulai dari stun gun hingga kabel listrik yang ditujukan ke tubuh korban.

"Kalau melihat ini (bukti) ada alat yang digunakan (stun gun) untuk menyeterum. Satu lagi ada yang langsung atau spontan menggunakan kabel listrik," kata dia.

Berdasarkan penelusuran dan analisis SBMI, kata Hariyanto, terdapat 20 korban diduga diperdagangkan karena melalui proses penempatan, perekrutan, penampungan, dan pemindahan dari Indonesia, ke Thailand, hingga ke Myanmar.

Hariyanto pun meminta kepada pihak berwenang untuk bisa menindaklanjuti kasus tersebut dengan cara evakuasi lantaran Myanmar menjadi daerah konflik atau perang.

"Myanmar saat ini sedang dalam situasi darurat karena ada peperangan. Menurut UU 37 Tahun 1999 Pasal 21, ketika situasi darurat perang dan bencana alam, negara punya kewajiban mengevakuasi bahkan memulangkan dengan biaya negara," ucapnya.

Hariyanto mengatakan pihaknya sudah melakukan penelusuran secara perorangan dan mengidentifikasi pelaku perdagangan orang yang membawa korban ke Myanmar berada di Bekasi.

"Bisa kami katakan bahwa pelakunya ada di wilayah Bekasi yang harusnya kemudian segera untuk ditangkap. Karena bukan 1 atau 2 korban, bahkan puluhan dan ratusan yang mereka tempatkan," tuturnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement