BANGSA Indonesia diserang Belanda dalam Operasi Produk (Operatie Product) atau lebih dikenal dengan nama Agresi Militer Belanda I. Serangan terjadi ketika bangsa Indonesia yang beragama Islam sedang menjalankan puasa Ramadhan 1366 H.
Serangan dilakukan Belanda di bawah komando Letnan Gubernur Jenderal Johannes Van Mook. Hasil perundingan Linggarjati pada 25 Maret 1947 tidak berlaku lagi.
Pada 20 Juli malam, Legercommandant Letjen Simon Hendrik Spoor memerintahkan pasukan elitenya untuk melakukan pengepungan dan penangkapan lebih dulu sebelum Agresi dilakukan pada 21 Juli 1947.
Kantor dan instansi pemerintah RI direbut Belanda. Salah satunya, Kantor Penghubung Tentara Republik Indonesia (TRI, kini TNI) di Jalan Cilacap Nomor 5, Jakarta Pusat. Sementara para penghuninya ditangkapi dan dibuang ke Penjara Bukit Duri.
Esok harinya, pada 21 Juli operasi besar-besaran dilakuan Belanda. Berbagai daerah berusaha dikuasai Belanda. Garis demarkasi di Bekasi, diterobos dengan bantun milisi lokal pengkhianat pimpinan H Pandji, HAMOT (Hare Majesteit's Ongeregelde Tropen).