Dalam perjalanannya bahkan ia bersimpang jalan dengan Bung Karno, kawan seperjuangan yang sama-sama bercita-cita melepaskan bangsa Indonesia dari belenggu penjajahan.
Sejak awal 1962, Sjahrir menjadi tahanan politik pemerintahan Soekarno, dan hingga meninggal dunia di Swiss 9 April 1966 masih berstatus tahanan politik. Pada 15 April 1966 atau enam hari wafatnya Sjahrir, Presiden Soekarno mengeluarkan dekrit.
Isinya menyatakan Sutan Sjahrir sebagai pahlawan nasional dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata dengan prosesi kenegaraan. Pemakaman jenazah Sjahrir berlangsung 19 April 1966 dengan diiringi pidato perpisahan Bung Hatta.
(Nanda Aria)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.