Namun, kata Ahmad tak disangka, ketika posisi yang saat ini sudah bagus dengan reputasi dan kepopuleran yang mentereng, Sandi memutuskan hengkang dari Partai yang sudah membesarkannya.
"Cuma ya sikap yang seperti itu bukan sebuah posisi yang bisa jadi contoh bagi kader gerindra dan kader Gerindra dengam ini makin membulatkan kita semua untuk meyakinkan bahwa prabowo subianto harus terpilih," katanya.
"Karena pada proses ini ternyata mendapatkan tantangan dan rongrongan bukan hanya dari luar tapi dari dalam. Dan kami makin solid, makin yakin, soliditas partai gerindra tidak akan tergoyahkan dari posisi ini," tambah Ahmad.
Dia pun menduga bahwa keputusan Sandi tersebut karena tergiur dengan survei politik.
"Sepertinya dia tergoda oleh survei, tergoda oleh konten atau hasrat dan keinginan politiknya," ucapnya.
Diketahui, dalam survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang digelar pada 31 Maret sampai 4 April 2023, Sandiaga Uno berada di urutan kedua dalam simulasi delapan nama bakal calon wakil presiden (Bacawapres) 2024.
Secara berurutan, Ridwan Kamil (19,6%), Sandiaga (18,9%), Erick Thohir (13%), AHY (9,1%), Khofifah (6,2%), Puan (5,4%), Airlangga (2,7%), Cak Imin (1,9%), Tidak menjawab (23,1%).
"Saya tidak tau apa yang jadi harapan dan agendanya (Sandiaga Uno). Kemudian dia berpamit meninggalkan kita (Partai Gerindra) untuk loncat ke partai lain. Mungkin itu cara dia untuk mendapat posisi-posisi politik loncat dari satu partai ke partai lain nanti pindah ke partai lain ya saya tidak tau," kata Ahmad.
Untuk informasi, Sandiaga Salahuddin Uno resmi pamit dari Partai Gerindra setelah menyerahkan sepucuk surat yang ditujukan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto melalui Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad.
"Intinya mohon pamit," kata Sandiaga Uno usai berbincang tertutup bersama Dasco, di Jalan Denpasar, Kuningan, Jakarta, Minggu (23/4/2023).
Dia mengatakan bahwa isi surat tersebut merupakan surat tertutup. Meski telah keluar dari Gerindra, Sandiaga Uno menyatakan bahwa akan terus meneladani perjuangan Prabowo Subianto.
"Tentu semua harus ada mekanisme, administrasi, etika, hormat kepada yang saya teladani Pak Prabowo. Beliau negarawan dan saya berjuang bersama pak Prabowo dan apa yang saya rasakan saya tuangkan di surat itu, dan saya sampaikan ke Pak Dasco," kata Sandi.
Dikabarkan, Sandi akan berlabuh ke Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Ketua DPP PPP Achmad Baidow pun memberi sinyal kedatangan Sandi.
Ahlan wa sahlan bi hudurikum, selamat datang atas kehadirannya," ujarnya ketika dihubungi MNC Portal Indonesia, Senin, (24/4/2024).
Kendati begitu, hal tersebut belum resmi. Ahmad pun masih menyerahkan keputusan politiknya kepada Sandi. Rencananya, soal Sandi akan dibahas pada Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di Yogyakarta, Selasa (25/4/2023). (Irfan Maulana/MPI)
(Khafid Mardiyansyah)