Berdasarkan anjuran presiden, mudik tahun ini diatur lebih fleksibel untuk waktunya. Dengan waktu yang diperpanjang, Menhub mengaku untuk tarif lebih murah dan tekanan jumlah pemudik dapat diatasi dengan baik.
Hal ini ditandai dari okupansi yang cukup tinggi sekitar 90 persen dan ontime performance ( ketepatan waktu ) tetap terjaga dengan baik, karena jika loading barangnya terlalu banyak, maka ontime performance tidak tercapai.
Sementara di Bandara Soetta untuk penerbangan dibanding tahun lalu meningkat sebesar 25 persen. Bahkan, dirinya menyampaikan untuk puncak arus balik akan terjadi pada 30 April dan 1 Mei 2023.
Pihaknya menyarankan kepada pemudik jika kembali lebih awal lebih baik dikarenakan pada puncak arus balik gelombang kedua nanti tiket pesawat akan kembali mahal dan berdesakan.
Menhub menambahkan, pada mudik tahun 2023 terjadi adanya jumlah kenaikan sebesar 25 persen dibanding tahun lalu atau sebanyak 3,7 juta pemudik yang melakukan perjalanannya menggunakan transportasi udara.
Sementara itu, pengelola Bandara Soetta memprediksi puncak arus mudik lebaran tahun 2023 terjadi dua gelombang.
Gelombang pertama pada hari ini atau tiga hari setelah lebaran dan gelombang kedua terjadi delapan hari setelah lebaran atau pada 30 April mendatang.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.