Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Imbas Penggundulan Hutan Ratusan Tahun, Penelitan Terbaru: Dua per Tiga Habitat Gajah Hilang di Seluruh Asia Termasuk di RI

Susi Susanti , Jurnalis-Jum'at, 28 April 2023 |15:02 WIB
Imbas Penggundulan Hutan Ratusan Tahun, Penelitan Terbaru: Dua per Tiga Habitat Gajah Hilang di Seluruh Asia Termasuk di RI
Dua per tiga habitat asli gajah hilang di seluruh Asia (Foto: AFP)
A
A
A

CALIFORNIA - Sebuah penelian terbaru menemukan gajah telah kehilangan hampir dua per tiga habitatnya di seluruh Asia, akibat penggundulan hutan selama ratusan tahun dan meningkatnya penggunaan lahan oleh manusia untuk pertanian dan infrastruktur.

Para peneliti mengatakan gajah Asia, terdaftar sebagai terancam punah, ditemukan di 13 negara di benua itu tetapi habitat hutan dan padang rumput mereka telah terkikis lebih dari 64% – setara dengan 3,3 juta kilometer persegi daratan – sejak tahun 1700.

Studi yang diterbitkan pada Kamis (27/4/2023) di jurnal Scientific Reports, mengkompilasi karya beberapa ahli yang dipimpin oleh ahli biologi dan ilmuwan konservasi Shermin de Silva, seorang profesor dari University of California, San Diego, Amerika Serikat (AS).

Tim menemukan bahwa hilangnya habitat dalam skala besar telah meningkatkan potensi konflik antara gajah dan manusia – situasi yang tidak boleh diterima sebagai hal yang tak terelakkan dan situasi yang dapat dihindari dengan perencanaan yang tepat.

“Kekhawatiran saya adalah bahwa kita akan mencapai titik kritis di mana budaya non-konfrontasi satu sama lain digantikan oleh budaya antagonisme dan kekerasan – oleh kedua spesies… Kita harus meredakan situasi ini,” kata de Silva , yang juga pendiri dan presiden Trunks and Leaves, sebuah organisasi nirlaba yang didedikasikan untuk konservasi gajah liar Asia dan habitatnya.

Studi tersebut menemukan bahwa penurunan terbesar habitat gajah terjadi di CHina, di mana 94% lahan yang cocok hilang antara 1700 dan 2015. Kemudian diikuti oleh India, yang kehilangan 86%.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement