AS menjelaskan, kemarahan suami dipicu hal yang bermacam-macam. Dirinya menjadi sasaran kekerasan ketika suaminya sesekali tertangkap basah melakukan sewa pekerja seks komersial (PSK) secara daring atau menghubungi mantan pacarnya yang sudah menikah.
Bukan hanya itu saja, AS juga menjadi sasaran kekerasan ketika ada hal sepele yang terjadi. Misalnya, ketika dirinya salah menyajikan makanan yang tidak sesuai dengan suaminya.
“Saya pernah salah goreng telor karena enggak mirip sama telor yang digoreng sama mamahnya, itu saya juga pernah dipukulin,” katanya.
Kekerasan yang diterima, biasanya berupa hantaman pukulan atau tendangan. Tak jarang, akibat hantaman itu dirinya mengalami luka di sekujur wajahnya.
“Kebanyakan ditendang dan dipukul di area kepala. Terakhir kepalaku diadu dengan kepalanya,” katanya.
(Arief Setyadi )