"Jadi kita melakukan komunikasi dengan seluruh pihak dengan tujuan yaitu memberikan perlindungan kepada WNI dan dapat mengeluarkan WNI dengan dari wilayah tersebut dengan selamat," jelas Retno.
Dia juga mengungkapkan bahwa pagi ini telah mendapatkan laporan dari KBRI Manila, bahwa otoritas penegak hukum Philipina bekerja dengan perwakilan negara asing di Manila telah melakukan operasi penyelamatan korban online scam.
Operasi tersebut berhasil menyelamatkan total 1.048 orang yang berasal dari 10 negara termasuk dari Indonesia.
"Korban WNI yang berhasil diselamatkan berjumlah 143 orang. KBRI Manila saat ini sedang melakukan pendataan dan akan memfasilitasi repratriasi para korban ke Indonesia,"kata dia.