Dapat dibayangkan, ketika Habib Sholeh menulis sastra berbahasa Arab. Betapa sulitnya mencari padanan kata dalam bahasa Indonesia saat menterjemahkannya.
Karomah Habib Sholeh, sambung Anies, menawarkan solusi bagi setiap persoalan umat. Begitu banyak yang menemui habib membawa masalah, pulang selesai masalah. Datang keadaan kurang sehat, pulang dalam keadaan sehat, datang dalam keadaan sempit, pulang dalam keadaan lapang.
"Insya Allah kita semua yang hadir di haul ini bisa merasakan hal itu. Yang datang dalam sempit bisa lapang, yang kurang sehat, jadi sehat kembali, yang bangkrut bisa bangkit dan maju kembali,” katanya.
Usianya dicukupkan, tapi umurnya masih terus sampai sekarang. Ke depan, kata Anies, cara terbaik untuk menghormati Habib Sholeh adalah menjaga warisannya, meneruskan amalan-amalannya dan perjuangan, serta menghidupkan semangatnya.
“Bagi keluarga besar Habib Sholeh ini bukan beban, tapi kehormatan. Seluruh anak cucu mendapatkan kehormatan menjaga, dan kita semua umat bertanggung jawab untuk mendukung agar keluarga besar bisa menjalankan amanat ini,” pungkasnya.
(Arief Setyadi )