Namun dengan terjalinnya dialog dan komunikasi yang baik, menurut Sigit, unsur elemen masyarakat dapat memahami kondisi yang ada sehingga diputuskan untuk menunda kegiatan tersebut. Sebab itu, Sigit juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya di Labuan Bajo.
"Namun dengan dialog yang baik, saya kira kegiatan tersebut tidak dilanjutkan. Walaupun Polri tentunya tetap mempersiapkan tempat apabila memang ada aksi, utamanya keinginan untuk sampaikan aspirasi, kita siapkan tempatnya. Namun demikian karena komunikasi yang baik itu tidak jadi dilaksanakan. Tentunya saya berterima kasih kepada masyarakat," papar Sigit.
Disisi lain, Sigit menyebut, jajaran kepolisian juga telah berupaya maksimal dalam rangka melakukan pengawalan Kepala Negara maupun Delegasi mulai dari kedatangan, tempat akomodasi hingga lokasi pelaksanaan KTT ASEAN, lewat kebijakan rekayasa lalu lintas (lalin).
"Kemudian terkait dengan mulai kedatangan sampai dengan bagaimana Polri bertugas untuk melakukan pengawalan dan pengamanan. Sehingga dari kedatangan bisa sampai di akomodasi. Kemudian bagaimana pergerakan dari akomodasi ke venue atau tempat kegiatan semuanya bisa diatur dengan baik," tutur Sigit.
Terkait hari terakhir pelaksanaan KTT ASEAN, Sigit menegaskan, pihak kepolisian maupun TNI masih akan terus berupaya secara maksimal dalam memberikan pengamanan dan pengawalan kepada seluruh Kepala Negara maupun delegasi.
"Tentunya hari ini adalah kegiatan puncak, yang tadi kita semua sudah lakukan evaluasi dan harapan kita semua bisa berjalan dan ditutup oleh Bapak Presiden sesuai dengan rencana. Dan harapan kita di hari puncak ini seluruh kegiatan bisa kita kawal, jaga dan amankan dengan baik," tutur Sigit.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.