Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

5 Fakta Siswa SD Tewas Dikeroyok Kakak Kelas di Sukabumi, Korban Sempat Ungkap Pelaku

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis-Selasa, 23 Mei 2023 |06:00 WIB
5 Fakta Siswa SD Tewas Dikeroyok Kakak Kelas di Sukabumi, Korban Sempat Ungkap Pelaku
Ilustrasi (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Polisi memanggil 4 siswa terkait kasus siswa kelas 3 SD berinisial MHD (10), yang meninggal setelah dikeroyok kakak kelasnya di Sukabumi, Jawa Barat.

Okezone merangkum 5 fakta siswa SD tewas usai dikeroyok kakak kelasnya. Berikut ulasannya:

1. Pihak Sekolah Berjanji Kooperatif kepada Polisi

Pihak sekolah berjanji akan kooperatif memberikan keterangan yang dibutuhkan polisi untuk mengungkap kasus tersebut.

2. Sekolah Curigai Kakak Kelas Pelaku Pengeroyokan Korban

Pengawas Bina Kecamatan Sukaraja Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Ahmad Yani mengatakan, pihak sekolah siap berkoordinasi dan dimintai keterangan terkait meninggalnya siswa yang terjadi di lingkungan sekolah.

"Ada beberapa siswa yang dicurigai ataupun menjadi bahan pertimbangan, sebagai nanti dari yang dicurigai mungkin naik jadi saksi, naik jadi tersangka ataupun terdakwa sesuai dengan penyelidikan dan penyidikan (aparat kepolisian)," ujar Yani kepada MNC Portal Indonesia, Senin (22/5/2023).

3. Polisi Periksa 4 Terduga Pelaku Penganiayaan

Ia melanjutkan, polisi kini tengah memanggil 4 terduga pelaku untuk dimintai keterangan terkait kejadian tersebut. Sebanyak 4 siswa yang dipanggil tersebut didampingi orangtua dan guru.

"Jadi yang ditunjuk tadi ada 4 nama, nama AZ itu ada di kelas II satu orang, kelas III satu orang, kelas V dua orang. Sedang dilaksanakan BAP penelusuran permasalahan oleh pihak kepolisian, yang didampingi pihak keluarga dan dari pihak sekolah kebetulan ada guru agama yang sedang tidak memegang kelas," ujar Yani.

4. Polres Sukabumi Kota Benarkan Periksa Kakak Kelas Terduga Peganiaya Korban

Sementara itu, Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, Iptu Astuti Setyaningsih membenarkan adanya pemanggilan kepada 4 siswa sekolah untuk dimintai keterangan oleh penyidik dari Satreskrim Polres Sukabumi.

"Iya, (untuk waktunya) saya baru beres anev Kapolda dan ini mau giat kunker ke polsek-polsek jadi belum 86," ujarnya.

5. Korban Sempat Ungkap Penganiaya Sebelum Meninggal ke Keluarga

Sebagaimana diketahui, sebelum mengembuskan napas terakhirnya, korban sempat menyebutkan nama pelaku yang menganiaya. Namun karena suaranya sudah tidak terdengar jelas, pihak keluarga tidak menelusuri.

Inisial AZ yang sempat disebut korban ternyata ada 4 orang di sekolah tersebut.

Kakek korban, HY (52) mengatakan, korban MHD (10) baru 4 bulan pindah ke sekolah tempat dirinya dianiaya. Sebelumnya korban bersekolah di SDN wilayah Kecamatan Sukaraja.

Korban sengaja dipindahkan ke sekolah tersebut karena agar dekat dengan dirinya. Terlebih HY juga sudah membangun rumah untuk orang tua korban di dekat sekolah tersebut.

"Ketika ditanya siapa yang melakukannya (penganiayaan), korban hanya bilang oleh inisial AZ. Namun itu tidak berlanjut karena suara korban sudah tidak ada. Sedangkan di sekolahnya ada 4 orang yang namanya disebutkan tadi. Di kelas 5 ada 2 orang, di kelas 4 ada1 orang dan di kelas 2 ada 1 orang," ujar HY kepada MNC Portal Indonesia, Sabtu (20/5/2023).

(Fakhrizal Fakhri )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement