"Pernyataan 'siapa pun yang memenangkan Istanbul, memenangkan Turki' tidak berlebihan,” ujarnya.
Masih harus dilihat bagaimana Erdogan akan merebut kembali pusat komersial dan elektoral Turki. Dari membawa kembali selatan yang dilanda gempa hingga merevitalisasi ekonomi yang anjlok, pemimpin itu masih menghadapi tantangan besar.
Tapi oposisi juga dalam kondisi yang buruk.
“Menyusul kekalahan pemilu ini, jika partai oposisi tidak membereskan rumah mereka dan terus bekerja sama tetapi dengan cara yang sangat rasional dan sangat strategis, beberapa pemilih oposisi mungkin akan kecewa dan berpaling dari politik pemilu sepenuhnya,” kata Esen.
Berbicara pada Selasa (30/5/2023) di Union of Chambers and Commodity Exchanges, Erdogan mengkritik janji kampanye oposisi, dengan mengatakan bahwa janji itu hanya dibuat untuk “melewati pemilihan.”
(Susi Susanti)