Tidak ada amunisi yang meledak dan dan tidak ada yang terluka, katanya, menambahkan: "Kami menganggap ini adalah upaya cambuk publik."
Kementerian Pertahanan Rusia belum dapat dimintai komentar.
Prigozhin, yang sering mengeluhkan anak buahnya tidak diberi cukup amunisi untuk menyerang Bakhmut, mengatakan pada Rabu (31/5/2023) bahwa dia meminta jaksa untuk menyelidiki apakah pejabat senior pertahanan Rusia telah melakukan "kejahatan" sebelum atau selama perang di Ukraina.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.