Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Polri Soroti Stigma Negatif Polisi yang Ditanamkan ke Anak-Anak

Rico Afrido S , Jurnalis-Rabu, 21 Juni 2023 |20:25 WIB
Polri Soroti Stigma Negatif Polisi yang Ditanamkan ke Anak-Anak
Dialog Publik Polri (Foto: Dok)
A
A
A

JAKARTA - Polri melihat sebagian masyarakat menyematkan stigma negatif kepada polisi. Salah satunya dengan menakut-nakuti anak jika nakal akan dilaporkan polisi. Untuk itu, Polri mengajak masyarakat mulai menanamkan citra positif polisi kepada anak-anak.

"Ini kan menanamkan stigma negatif terhadap Polri yang tertanam sampai mereka dewasa," Kabag Pangkat ASDM Polri Kombes Pol Hari Haryadi dalam dialog publik bertajuk "Polisi Unggul Yang Presisi dan Humanis" di Jakarta, Rabu (21/6/2023).

Haryadi mengajak masyarakat mulai menanamkan kesan positif Polri kepada anak-anak mereka. Kendati pihaknya bersyukur karena dari hasil survei kepercayaan masyarakat terhadap Polri terus meningkat.

Asisten Deputi Perancangan Jabatan, Perencanaan, dan Pengadaaan SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) Aba Subagja menilai peran Polri sangat dibutuhkan masyarakat.

Ia mengapresiasi Polri yang sangat terbuka, dan terus meningkatkan kompetensi anggotanya dalam mengantisipasi perkembangan teknologi.

"Yang dibutuhkan adalah memperkuat kolaborasi dengan kementerian/lembaga lain untuk lebih meningkatkan kemampuan Polri dalam menangani masalah sosial dengan humanis dan presisi," katanya.

Sementara Guru Besar Universitas Bhayangkara, Jakarta Prof Hermawan Sulistyo mengatakan, polisi adalah cerminan baik-buruknya masyarakat.

"Kalau masyarakat brengsek jangan bermimpi polisi jadi malaikat," katanya.

Pria yang akrab disapa Kiki ini mengaku jengah dengan kritikan yang terus disampaikan masyarakat terutama mahasiswa terhadap Polri.

"Bayangkan kalau polisi mogok 3 hari saja, apa yang akan terjadi?" katanya.

Anggota Komisi III DPR Andi Rio Idris Pandjalangi menyampaikan kesiapan DPR untuk mendukung upaya Polri memulihkan persepsi positif masyarakat.

"DPR punya fungsi pengawasan dan fungsi anggaran. Kami siap mendukung upaya menghilangkan stigma negatif masyarakat terhadap Polri," kata Anggota DPR dari Fraksi Golkar itu.

Pihaknya mengingatkan masyarakat agar menilai Polri jangan hanya melihat profil anggota Polri di kota-kota besar.

"Lihatlah di daerah, banyak anggota Polri yang menyisihkan gajinya untuk membantu masyarakat," kata Andi Rio seraya menunjuk contoh di dapilnya di Bone, Sulsel.

Ia pun mengajak masyarakat untuk menilai objektif terhadap polisi. "Ada yang tidak baik, tetapi pasti lebih banyak yang baik," katanya.

Kombes Pol Hari Haryadi sebelumnya memaparkan jumlah anggota Polri sebanyak 460.000 personel, baru mencapai 68% dari kebutuhan. Sementara jumlah rekrutmen setiap tahun tidak sebanding dengan yang keluar.

"Setiap tahun yang keluar 11.000 personel, sementara jumlah yang direkrut 10.000. Jadi kalau tidak ada anggota yang pensiun saja, jumlah ideal Polri butuh waktu 30 tahun," katanya.

Karena itu, struktur terbesar di Polri adalah berpangkat Bintara. Kepada para Bintara inilah Polri memberikan harapan Polri akan lebih baik di masa depan. Mengenai strategi peningkatan SDM Polri, dia menyebut melalui pendidikan kepada anggota, dan perbaikan sistem rekrutmen untuk anggota baru.

(Arief Setyadi )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement