Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Di Balik Video Viral WNI Korban TPPO Minta Dipulangkan dari Myanmar, Siksaan Menghantui

Irfan Ma'ruf , Jurnalis-Senin, 26 Juni 2023 |17:09 WIB
Di Balik Video Viral WNI Korban TPPO Minta Dipulangkan dari Myanmar, Siksaan Menghantui
WNI korban TPPO di Myanmar. (tangkapan layar)
A
A
A

JAKARTA - Para warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) scamming di Myanmar telah kembali ke ke keluarga masing-masing. Di balik keberhasilan mereka pulang ke Indonesia dengan selamat, ada keberanian dan risiko yang diambil saat membuat video hingga akhirnya viral.

Panji Apriyana adalah satu orang yang menjadi korban dan berada di dalam video tersebut. Langkah berani membuat video tersebut merupakan pilihan terkahir dan bahkan dapat berisiko pada kematian. Namun, karena sepenanggungan atas penyiksaan tersebut, akhirnya mereka semua sepakat membuat video secara terbuka.

Panji mengatakan, April adalah orang pertama yang memiliki ide untuk membuat video. Dia mengajak untuk melakukan aksi agar dirinya dan korban TPPO lainnya dapat kembali ke rumah di Indonesia.

"Yang bikin ide video itu April karena koordinator dan yang ngurus di Myanmar itu April. Dia bilang siap enggak kita bikin video untuk dikirim ke Indonesia biar diviralkan," kata Panji kepada iNews TV, dikutip Senin (26/6/2023).

Setelah pembuatan video dan viral tersebut, para pelaku TPPO tak segan melakukan penyiksaan kepada Panji dan rekan-rekannya. Namun, semua konsekuensi tersebut sudah mereka perhitungkan.

"Kita tahan siksaan karena tekad kita ingin pulang. Kalau mati ya mati," katanya.

Panji mengatakan, dari 26 orang yang menjadi korban TPPO, terdapat tiga orang yang menjadi korban penyiksaan paling parah akibat pembuatan video tersebut. Ketiganya adalah Hans, Novi, dan Leri.

"Mereka disiksa dipukul pakai paralon, kayu, disetrum, kalau Hans tangannya luka-luka. Sampai sekarang masih bengkak dipukul pakai besi. Karena tau yang membuat video itu Leri sama April yang ngerekam," katanya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement