Mereka itu, sambung Gus Falah, gemar meniupkan sentimen kebencian terhadap agama, ras atau etnis tertentu. Terutama terhadap kaum minoritas di Eropa seperti kaum imigran, Arab dan umat Islam.
"Kaum kanan ini, termasuk yang berkuasa di Swedia, kerap menyuarakan kebencian terhadap agama, etnis dan ras minoritas, sebagai bagian dari upaya menjaga supremasi mayoritas versi mereka," ujar Gus Falah.
"Pembakaran Alquran di Swedia ini, kembali mengingatkan kita bahwa politik sayap kanan yang berbasiskan politik identitas dan kebencian pada minoritas, sangat berbahaya bagi kemaslahatan kemanusiaan," pungkas Ketua Tanfidziyah PBNU itu.
Untuk diketahui, aksi pembakaran Alquran di Swedia juga pernah terjadi pada awal tahun 2023. Pelaku pembakaran merupakan seorang politisi sayap kanan, Rasmus Paludan. Aksi itu merupakan bagian dari aksi protes terhadap Turki.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.