Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

1.862 Bencana Terjadi Januari-Juli 2023, BNPB Banyak Akibat Campur Tangan Manusia

Binti Mufarida , Jurnalis-Selasa, 04 Juli 2023 |07:06 WIB
1.862 Bencana Terjadi Januari-Juli 2023, BNPB Banyak Akibat Campur Tangan Manusia
Foto: Tangkapan layar.
A
A
A

JAKARTA Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) melaporkan 1.862 kejadian bencana yang melanda Indonesia dari 1 Januari 2023 hingga 3 Juli 2023. Banyak dari kejadian bencana tersebut merupakan human made disaster atau bencana akibat campur tangan manusia, menurut BNPB.

BACA JUGA:

BNPB Catat 1.327 Kejadian Bencana Alam Sepanjang Triwulan Pertama 2023 

“Kita lihat gambaran secara umum kejadian bencana yang sudah kita alami hingga tanggal 3 Juli 2023, kita sudah di 1.862 kejadian bencana,” ungkap Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangannya, dikutip Selasa (4/7/2023).

Aam sapaan akrab Abdul Muhari mengatakan sejumlah provinsi di Indonesia menjadi penyumbang terbanyak dari kejadian bencana itu seperti di Sumatera, yakni di Aceh, Sumatera Barat, Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan.

“Kita tahu bahwa provinsi-provinsi seperti yang kita sudah pahami dengan hotspot atau penyumbang kejadian bencana paling tinggi di Indonesia itu tetap tidak berubah sebenarnya kalau di Sumatera itu Aceh, Sumatera Barat, dan sekarang karena mulai masuk musim kemarau yang secara tradisionalnya atau historisnya ada 3 provinsi di Sumatera yang menjadi daerah dengan kejadian karhutla cukup Riau, Jambi dan Sumsel ini juga menyumbang kenaikan frekuensi kejadian bencana di Sumatera Selatan,” katanya.

“Jawa ada di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, (kemudian) Kalimantan di Kalimantan Selatan dan Sulawesi itu Sulawesi Selatan,” tambah Aam.

Pada kesempatan itu, Aam pun mengatakan bahwa faktor campur tangan manusia atau human made menyebabkan tingginya frekuensi kejadian bencana. Seperti kejadian bencana hidrometeorologi basah yakni banjir, banjir bandang, cuaca ekstrem, juga tanah longsor.

“Ini yang berkali-kali kita ingin sampaikan kepada pemerintah daerah, sebenarnya karena penyumbang kejadian bencana ini adalah saat ini, sampai saat ini masih hidrometeorologi basah banjir, banjir bandang, cuaca ekstrem tanah longsor, yang sebenarnya ini adalah human made,” kata Aam.

Bahkan, kata Aam, dalam salah satu pertemuan dengan United Nations atau Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahwa faktor campur tangan manusia lah yang menjadi penyebab tingginya kejadian bencana.

“Jadi sekarang itu kalau di bahasa Inggrisnya itu bukan lagi man made lagi, karena diskusinya waktu itu sempat di salah satu meeting UN di PBB, kalau kita bilang man made itu masih ada gendernya di situ, human made, campur tangan manusia, human made disaster. Jadi gambaran kejadian bencana kita, semester pertama (tahun ini) di 1.862 kali kejadian bencana,” tandasnya.

(Rahman Asmardika)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement