Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pergantian Tahta Kerajaan Majapahit Barat dan Timur Sebabkan Perang Paregreg

Avirista Midaada , Jurnalis-Kamis, 06 Juli 2023 |06:36 WIB
Pergantian Tahta Kerajaan Majapahit Barat dan Timur Sebabkan Perang Paregreg
A
A
A

Pada tahun 1406, pasukan Majapahit Barat yang dipimpin Bhre Tumapel (putra Wikramawardhana) menyerbu kubu Bhre Wirabhumi. Dari penyerbuan Bhre Tumapel mengakibatkan pihak Bhre Wirabhumi menderita kekalahan. Bhre Wirabhumi melarikan diri dengan menggunakan perahu pada malam hari.

Sesudah tertangkap, Bhre Wirabhumi dipenggal kepalanya oleh Raden Gajah (Bhra Narapati) yang menjabat sebagai Ratu Angabhaya. Oleh Raden Gajah, kepala Bhre Wirabhumi diserahkan pada Wikarmawardhana. Jenazah Bhre Wirabhumi kemudian dicandikan di Lung dengan nama Girisa Pura.

Pasca Perang Paregreg, Wikramawardhana memboyong Bhre Daha yang merupakan putri Bhre Wirabhumi untuk dijadikan istri menggantikan Kusumawardhani yang meninggal pada tahun 1440. Dari perkawinan itu lahirlah Sri Suhita yang kelak naik takhta pada tahun 1427.

Semasa menjabat sebagai raja, Sri Suhita membalas dendam pada Raden Gajah yang membunuh Bhre Wirabhumi kakeknya melalui hukuman penggal kepala pada tahun 1433.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement