Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

5 Fakta Garda Revolusi Iran Sita Kapal Komersial di Teluk, Diduga Selundupkan Minyak

Rahman Asmardika , Jurnalis-Sabtu, 08 Juli 2023 |08:01 WIB
5 Fakta Garda Revolusi Iran Sita Kapal Komersial di Teluk, Diduga Selundupkan Minyak
Ilustrasi kapal (Foto: Reuters)
A
A
A

LONDON Kapal komersial di perairan internasional di Teluk yang diduga terlibat dalam penyelundupan minyak dilaporkan disita secara paksa oleh Garda Revolusi Iran pada Kamis, (6/7/2023).

Berikut lima faktanya:

1. Pantau situasi

Juru Bicara Armada Ke-5 AS, Komandan Tim Hawkins, mengatakan Angkatan Laut AS telah memantau situasi dan memutuskan untuk tidak memberikan tanggapan lebih lanjut.

“Pasukan AS tetap waspada dan siap untuk melindungi hak navigasi lalu lintas maritim yang sah di perairan kritis Timur Tengah,” terangnya.

2. Kapal tanker diketahui berbendera Tanzania

Kapal yang disita itu diketahui merupakan sebuah kapal tanker kecil berbendera Tanzania. Hal ini diungkapkan perusahaan keamanan maritim Inggris Ambrey yang mengaku mengetahui upaya penyitaan kapal di sekitar 59 mil laut timur laut kota pelabuhan Dammam di Arab Saudi.

3. Diduga selundupkan minyak

Dikutip Reuters, perusahaan itu melalui pernyataan mengatakan Iran secara teratur mencegat kapal tanker kecil yang dicurigai menyelundupkan minyak.

Menurut data dari perusahaan analitik Vortexa, sekitar seperlima dari pasokan minyak mentah dan produk minyak lintas laut dunia melewati Selat Hormuz, sebuah titik penting antara Iran dan Oman.

4. Lakukan intervensi

Angkatan Laut AS mengatakan pada Rabu, (5/7/2023) bahwa mereka telah melakukan intervensi untuk mencegah Iran menyita dua kapal tanker komersial di Teluk Oman, yang terbaru dalam serangkaian serangan terhadap kapal di wilayah tersebut sejak 2019.

Angkatan Laut AS mengatakan pada minggu ini bahwa sejak 2021, Iran telah melecehkan, menyerang, atau menyita hampir 20 kapal dagang berbendera internasional.

5. Miliki perintah pengadilan

Iran mengatakan pada Kamis (6/7/2023) bahwa pihaknya memiliki perintah pengadilan untuk menyita salah satu kapal tanker yang berlayar di perairan Teluk pada Rabu (5/7/2023), setelah bertabrakan dengan sebuah kapal Iran. Kapal itu, Richmond Voyager berbendera Bahama, dikelola oleh Chevron, perusahaan minyak AS.

(Susi Susanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement