Penilaian Foster dan agen OSS lain di Indonesia ini sejatinya memiliki nada yang simpatik. Sayangnya, Amerika justru terfokus pada pembangunan di Eropa dan mengorbankan sekutunya si Asia. Alhasil, banyak kekuatan kolonial lain yang kembali menyerang negara Asia tanpa halangan dari Amerika.
Hal ini lantas membuat Foster marah karena dirinya melihat langsung bagaimana kekejaman Belanda dan Prancis pada Indonesia dan Vietnam. Dirinya bahkan mengutuk kebijakan ini dalam sebuah kertas putih yang lecek.
Foster kemudian meninggalkan OSS pada 1946 dan memilih kembali ke Amerika. Setelah itu, Foster kemudian menghabiskan sisa hidupnya di Paris.
(RIN)
(Rani Hardjanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.