JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa potensi hujan lebat pada periode musim kemarau masih akan berlanjut hingga sepekan ke depan. Perkiraan itu berdasarkan Hal tersebut terkonfirmasi melalui data analisis cuaca dan fenomena hujan yang masih melanda dalam tiga hari terakhir.

Bumi Semakin Panas, Kepala BMKG: Ancaman Krisis Pangan Bukan Isapan Jempol
Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menjelaskan, berdasarkan analisis terakhir, beberapa faktor dinamika atmosfer skala regional hingga lokal diprakirakan masih berperan cukup signifikan dalam memicu peningkatkan pertumbuhan awan hujan untuk sepekan ke depan.
Beberapa faktor dinamika atmosfer yang utama tersebut antara lain masih aktifnya Madden Julian Oscillation (MJO) serta gelombang ekuator seperti gelombang Kelvin dan Rossby ekuatorial di sekitar wilayah Indonesia yang dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan.
"Selain itu, terjadinya pola belokan dan perlambatan angin di sekitar wilayah Indonesia yang dipicu oleh adanya pola sirkulasi di sekitar wilayah Samudera Pasifik utara Papua Barat, kondisi ini dapat turut memicu peningkatan pertumbuhan awan hujan," jelas Guswanto dalam keterangannya, Sabtu.