Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Prajurit Kopassus Ditertawakan dan Diledek saat Ingin Jadi Jenderal

Arief Setyadi , Jurnalis-Senin, 17 Juli 2023 |06:01 WIB
Kisah Prajurit Kopassus Ditertawakan dan Diledek saat Ingin Jadi Jenderal
Kopassus (Foto: tni.mil.id)
A
A
A

Perjalanan waktu membuktikan semuanya. Tiga windu mengabdi di militer, memasuki bulan kelima (Mei) 1994 Kolonel Inf Subagyo mendapatkan promosi kenaikan pangkat. Bagyo yang merupakan Lulusan Akabri 1970 itu tembus bintang satu alias brigadir jenderal (brigjen).

Bagyo sekaligus tercatat sebagai lulusan pertama lichting 70 yang pecah bintang. Kariernya semakin bersinar. Pada akhir Agustus 1994, ABRI kembali melakukan mutasi besar-besaran.

Dalam mutasi kali ini, Bagyo yang menjabat sebagai Kepala Dinas Pengamanan dan Sandi Angkatan Darat (Kadispamad) tak disangka ditunjuk sebagai Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus.

Hal tersebut mengejutkan banyak pihakl, mengingat namanya saat itu jauh dari bursa calon Danjen. Bahkan, Bagyo sendiri juga tak menyangka bakal menjadi pemegang tongkat komando pasukan elite itu.

“Sewaktu masih kolonel dan menjadi Komandan Grup A Paswalpres (kini Paspampres), Subagyo mendukung Asisten Operasi Kopassus saat itu, Luhut Binsar Pandjaitan, untuk menjadi Danjen Kopassus,” kata Carmelita.

Luhut merupakan rekan satu angkatan Bagyo di Akabri 70 sekaligus peraih Adhi Makayasa. Dalam bayangan Bagyo, kalau Luhut jadi Danjen Kopassus, dirinya berharap dapat menjadi salah satu Panglima Divisi Kostrad.

Kenyataan berkata lain, Bagyo menggantikan seniornya, Brigjen TNI Agum Gumelar. Bagi Subagyo, menduduki jabatan tertinggi di Kopassus tentu kebanggaan.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement