Kapal ini menjadi misteri karena hingga saat ini belum ada yang tahu apa yang sebenarnya terjadi pada awak kapal dan kenapa bisa meledak. Terlebih tak ada seorang pun yang menemukan kapal tersebut dalam sebuah daftar.
Dalam Dictionary of Disasters at Sea 1824-1962 atau Lloyd’s Shipping Registers, banyak yang menyangka kapal tersebut terdaftar di Sumatera yang merupakan koloni Belanda pada saat itu. Karena itulah namanya Ourang yang berarti pria dan Medan yang menunjuka pada kota terbesar di Sumatera.
Spekulasi lain menunjukan jika SS Ourang MEdan tidak ditemukan karena kurangnya pendaftaran.
Namun pada Mei 1952, penjaga pantai Amerika Serikat mencatat akun resmi pertama SS Ourang Medan sebagai keterangan saksi yang berasal dari kru penyelamat dan penemuan kru yang tewas.
Mengenai tewasnya pada kru kapal SS Ourang Medan, Profesor Theodor Siersdorfer dari Essen, Jerman, dalam buklet Jerman terbitan Otto Mielke pada 1954 menuliskan adanya ruang kargo yang menyimpan Potassium Cyanide dan Nitroglycerin.
Kedua bahan kimia tersebut dikenal sebagai bahan berbahaya yang mudah menguap.