Dari hubungan telepon itu, diketahui jika Jenderal Jusuf ternyata meminta Sjafrie datang ke rumahnya. Sjafrie pun langsung meniyakan perintah tersebut. Namun justru Jusuf memintanya tidak buru-buru.
Kemudian, pada waktu yang ditentukan, Sjafrie sowan di kediaman mantan Panglima TNI itu di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat.
Dikutip Sindonews, setelah bicara beberapa hal, Jenderal Jusuf tiba-tiba meminta Sjafrie mengantarkannya ke Kalibata.
“Ke Taman Makam Pahlawan Kalibata, Pak?” tanya Sjafrie, heran. Jusuf mengiyakan. Kedua tentara asal Sulawesi Selatan tersebut bergerak ke TMP Kalibata. Seperti biasa, Jusuf yang telah purnawirawan itu ditemani oleh seorang sopir.
Tiba di TMP Kalibata, Sjafrie menanyakan lokasi mana yang akan didatangi terlebih dahulu. “Ke kuburan bapakmu dulu,” tutur Jusuf. Untuk diketahui, mendiang ayah Sjafrie Sjamsoeddin merupakan perwira di Kodam Hasanuddin.
Dengan kata lain, ayah Sjafrie pernah menjadi anggota Jusuf semasa menjabat Pangdam Hasanuddin. Di nisan itu, jenderal berdarah Bugis berdoa selama beberapa menit. Setelah rampung, Sjafrie kembali menanyakan ziarah selanjutnya.
“Ke tempat Yani,” ucap Jusuf, singkat. Yang dimaksud tentu saja Letjen TNI Ahmad Yani. Menteri/Panglima TNI Angkatan Darat (kini KSAD) itu gugur dalam tragedi penculikan G30/September yang didalangi PKI. Dari nisan Yani, Jusuf mengarah ke peristirahatan terakhir mantan Menteri Dalam Negeri dan Gubernur Jawa Tengah Suparjo Roestam.