"Optimisme saya 90 persen karena saya anak muda jadi lebih gampang bersosialisasi kepada teman-teman saya. Kalau orang tua lebih susah, apalagi di masyarakat desa, suka susah menyosialisasikan kepada anak muda, lebih cepet dimengerti kalau dari kalangan milenial lagi dan 10 persennya doa," terangnya.
Intan menambahkan, sedikitnya ada 16 program yang telah disiapkannya, salah satunya program dokter keliling, yakni memberikan obat gratis kepada masyarakat.
"Lalu saya membuat website Perindo, dimana disitu ada tes CPNS, bahasa Inggris dan selanjutnya saya membuat rumah aspirasi, pasar rakyat. Saya ingin bekerja sama dengan PT lalu membuat produk, lalu produk itu akan saya buat dengan logo saya sendiri dan dijual kepada masyarakat. Saya memberikan harga sama dengan harga dari awal (PT)," tandasnya.
(Qur'anul Hidayat)