JAKARTA - Letjen TNI Richard Horja Taruli Tampubolon merupakan salah seorang perwira tinggi (Pati) TNI Angkatan Darat (AD). Saat ini, dia bertugas sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III.
Lulusan Akademi Militer (Akmil) 1992 itu memiliki pengalaman di bidang infanteri Komando Pasukan Khususu (Kopassus). Melansir sindonews, berbagai posisi pernah ditempatinya saat dinas di Korps Baret Merah.
Mulai dari Danyon 11/Grup 1/Kopassus, Asintel Danjen Kopassus (2014), Dan Grup 2/Kopassus (2014-2015), Dan Grup 3/Kopassus (2015), hingga Wadanjen Kopassus periode 2017-2018. Tak hanya itu, pria kelahiran berdarah Batak Jakarta 24 Mei 1969 ini juga telah banyak menyandang jabatan penting lain di militer. Sebut saja Wadanjen Kopassus (2017-2018), Kasdam VI Mulawarman (2018-2029), Kaskogabwilhan I (2019-2020), Dankoopsus TNI (2020-2021), hingga Pangdam XVI/Pattimura (2021-2022).
Pada pertengahan 2022, Richard diberikan amanah untuk menjabat Irjenad. Ia pun naik pangkat satu tingkat menjadi Letnan Jenderal alias bintang 3. Namun, pada 17 Juli 2023, ia kembali diangkat menjadi Pangkogabwilhan III.
Berikut ini deretan brevet koleksi Letjen TNI Richard Horja Taruli Tampubolon:
1. Brevet Komando Kopassus
Brevet yang didapat prajurit Kopassus yang telah melewati pendidikan dan latihan di Pusdiklatpassus Batujajar, Bandung, Jawa Barat.
Pendidikan yang berlangsung selama tujuh bulan ini meliputi pendidikan dasar, pelatihan di hutan dan gunung, serta rawa dan laut. Setelah melewati tahap ini, seorang prajurit Kopassus akan menerima Brevet Komando di Pantai Permisan, Cilacap, Jawa Tengah.
Richard sempat mengemban tugas sebagai Pabandya Lid Sintel Kopassus, Danyon 11/Grup 1/Kopassus, Wadan Grup 2/Kopassus, Asintel Danjen Kopassus, Dan Grup 2/Kopassus, Dan Grup 3/Kopassus, hingga Wadanjen Kopassus. Untuk itu, tak heran bila dia memiliki Brevet Komando Kopassus.
2. Brevet Koopssus TNI
Brevet ini diberikan kepada prajurit yang terlibat dalam operasi khusus seperti bertugas menanggulangi aksi-aksi terorisme dan kasus teror yang mengancam ideologi, kedaulatan, keutuhan, dan keselamatan Indonesia. Sehingga tidak sembarangan orang yang bisa menyandang brevet pasukan "super elite" dari para "elite" ini.
Sebagai mantan Komandan Koopssus TNI, tak kaget jika Richard menyandang brevet ini. Kurang lebih satu tahun lamanya dia memimpin satuan gabungan dari tiga pasukan elite tiga matra TNI (darat, laut, dan udara) yaitu Satbravo-90 dari TNI AU, Satgultor-81 dari TNI AD, dan Denjaka dari TNI AL.
3. Brevet Kualifikasi Pandu Udara (Pathfinder)
Pada dasarnya Pathfinder merupakan unit satuan kecil yang diterjunkan ke suatu daerah sebelum pasukan utama. Sehingga kualifikasi yang mesti terpenuhi ialah mampu membaca medan dan mencari titik penerjunan hingga melaporkan.
4. Brevet Pertempuran Hutan
Brevet tersebut diberikan kepada prajurit yang telah menempuh latihan pertempuran hutan (jugle warfare). Latihan pertempuran hutan diketahui sangat menguras tenaga, fisik, dan pikiran para prajurit.
Selain harus menghadapi musuh yang sewaktu-waktu bisa datang menyerang, para prajurit juga dituntut harus bisa bertahan hidup di tengah belantara. Latihan pertempuran hutan bagi prajurit bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan prajurit.
Di samping itu, latihan ini dilaksanakan agar prajurit mahir dalam semua taktik bertempur termasuk pertempuran di daerah hutan.
5. Brevet Free Fall
Free Fall atau brevet terjun bebas didapat oleh seorang prajurit yang telah menempuh pelatihan khusus terjun bebas.
Dilansir dari tni.mil.id, biasanya pelatihan ini dilakukan pada ketinggian 6.000 kaki di atas permukaan laut.
6. Brevet Para Utama
Brevet diberikan sebagai bentuk penghargaan Kopassus atas peningkatan kerja sama yang telah dilakukan selama ini dalam meningkatkan dan membina kemampuan di bidang keparaan.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.