Sejumlah isu menjadi fokus utama DPR RI dalam Sidang Umum AIPA tahun ini, salah satunya terkait upaya mendorong terciptanya stabilitas kawasan sebagai faktor utama penunjang pertumbuhan ekonomi.
DPR RI juga mendorong agar segera diimplementasikannya 5 Point Consensus terkait krisis di Myanmar dan mengoptimalkan peran agenda lainnya di bidang ekonomi. Peran Parlemen dalam mendorong akselerasi transisi hijau bagi negara ASEAN pun turut menjadi fokus agenda DPR di Sidang Umum AIPA kali ini.
BACA JUGA:
Isu besar terakhir yang akan dibawa DPR RI ke Sidang AIPA ke-44 adalah mengenai mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam rangka menunjang Green Jobs sebagai salah satu penopang green ekonomi.
BACA JUGA:
Gilang mengungkapkan, DPR RI sudah menggelar sejumlah rangakain kegiatan jelang Sidang Umum AIPA ke-44, seperti AIPA-ASEAN Preparatory Meeting yang diselenggarakan di Labuan Bajo, NTT, untuk mendukung Keketuaan Indonesia pada KTT ASEAN ke-42.
DPR juga telah mengadakan Sidang ke-6 ASEAN Inter-Parliamentary Assembly Advisory Council on Dangerous Drugs (AIPACODD) atau Dewan Penasehat Perkumpulan antar Parlemen ASEAN terkait Obat-Obatan Berbahaya yang berlangsung pada 30-31 Mei 2023 di Bogor, Jawa Barat.
Kemudian ada juga Sidang Coordinating Committee of Women Parliamentarians of ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (WAIPA) atau Komite untuk Perempuan Parlemen AIPA yang digelar di Padang, Sumatera Barat, bulan Juni lalu.
Menurut Gilang, dua sidang tersebut telah menghasilkan draf resolusi yang ditandatangani oleh delegasi parlemen dari tiap-tiap negara ASEAN.
“Draf resolusi AIPACODD dan WAIPA akan dibawa ke Sidang Umum AIPA, untuk kemudian menjadi pembahasan bersama,” jelas Legislator dari Dapil Jawa Tengah II itu.
Sidang Umum AIPA 2023 ini dijadwalkan akan dihadiri oleh Parlemen negara se-Asia Tenggara yakni Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Malaysia, Philipina, Singapura, Thailand, Vietnam dan Indonesia sebagai tuan rumah. Sementara itu Timor Leste yang baru bergabung menjadi anggota ASEAN ke-11 akan hadir sebagai ‘observer’ di Sidang Umum AIPA 2023.
“Timor Leste untuk tahun ini masih sebagai negara observer karena untuk terlibat dalam Sidang Umum mereka terlebih dahulu harus mengajukan diri menjadi anggota AIPA,” terang Gilang.
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.