Puan berharap, pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) harus mengevaluasi mengenai standar kegiatan MPLS oleh sekolah.
"Sekolah jangan abai pada keselamatan anak didik. Harusnya pihak sekolah dapat memastikan setiap kegiatan yang diikuti siswa itu aman. Selain itu, saya mendorong pihak sekolah untuk lebih waspada terhadap keselamatan siswa. Tidak boleh ada anak yang lepas dari pengawasan guru di setiap bentuk kegiatan,” ujar Puan.
Dalam membuat program tidak boleh asal-asalan. Peristiwa ini harus menjadi pelajaran. "Ini merupakan teguran keras bagi dunia pendidikan, karena nyawa seorang anak calon generasi penerus bangsa harus melayang karena abainya pihak sekolah. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang kembali dan harus menjadi pengingat betapa pentingnya pengawasan terhadap anak murid,” ujarnya.
Permendikbud No 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah untuk Tahun Pelajaran 2016/2017, kegiatan MOS atau MPLS perlu dilakukan sebagai langkah awal bagi peserta didik mengenal lingkungannya.
Untuk itu, kata Puan, MPLS sebaiknya dilakukan di dalam lingkungan sekolah terlebih dahulu. "Pengenalan sekolah itu kan harusnya dikenalkan mana ruang kelasnya, mana ruang gurunya, mana kantinnya, lalu fasilitas yang didapat siswa saat di sekolah," ujarnya.
Adapun kegiatan ekstrakurikuler, menurut Puan, harus dipastikan terlebih dahulu keamanannya bila memang harus dilakukan di luar sekolah. Kegiatan ini juga tidak boleh lepas dari pengawasan dari guru maupun pihak pembimbing lainnya.
“Jadi pihak sekolah jangan sampai lepas tangan. Orangtua menitipkan anak-anaknya untuk menimba ilmu di sekolah, maka pihak sekolah harus bertanggung jawab terhadap kondisi anak dalam setiap kegiatan di sekolah,” tuturnya.
Pihaknya juga menyoroti soal penggojlokan dari senior kepada junior yang berujung pada kekerasan. Pihak sekolah harus mewaspadai hal tersebut. Puan mengatakan, pentingnya kolaborasi antara Kemendikbudristek, Pemda, dan stakeholder terkait untuk menunjang kualitas pendidikan bagi anak-anak bangsa.
"Melalui sinergi ini, kita berharap Indonesia memiliki pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berdaya saing, serta dapat menghasilkan generasi penerus bangsa yang andal dan berdaya juang," pungkasnya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.