Satu-satunya pengecualian adalah ketika Pangeran Wijaya hidup bersama para prajurit dan pekerja sewaktu ia melarikan diri dari pasukan Kediri yang lebih unggul. Namun, ketika sudah duduk di singgasana, para petinggi istana menasihatinya agar tak lagi melakukan hal serupa karena ancaman pemberontakan yang tak henti-hentinya mengusik.
Prapanca juga memaparkan secara rinci apa yang dilakukan sang raja dalam perjalanannya, siapa saja yang mengiringi dan datang menghadapnya. Ia pun menulis dua bab seputar bagaimana Hayam Wuruk menghibur para patih di istananya.
Prapanca menyebutkan seluruh hidangan yang tersaji di nampan emas, serta bermacam-macam anggur dan hiburan. Dia mencatat bagaimana raja bermain sebagai bintang utama dalam pertunjukkan singkat pada jamuan-jamuan makan malam.
Ia memuji kepedulian raja dan manfaat yang diberikannya kepada orang lain, begitu juga manfaat untuk Majapahit. Prapanca mengakhiri bab sembilan puluh dua dengan puji-pujian setinggi langit terhadap raja.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.