Puan pun menekankan pentingnya peran Parlemen dalam menghadapi berbagai krisis multi-dimensi.
"Parlemen diharapkan untuk berkontribusi menyelesaikan berbagai permasalahan regional. Sehingga permasalahan di Asia Tenggara dapat diselesaikan oleh negara-negara di kawasan ini. Kita perlu mempertahankan ASEAN Centrality," kata perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.
Sebagai representasi rakyat, Puan mengingatkan parlemen anggota AIPA untuk lebih berorientasi pada aspirasi dan pemenuhan hajat hidup rakyat di kawasan. Seperti dalam pelibatan parlemen dalam berbagai isu internasional menjadi penting, karena berdampak langsung bagi rakyat yang merupakan pemilih anggota parlemen.
"Aspirasi rakyat adalah tentang pemenuhan hidup yang aman, tentram, sejahtera, sehat, berkeadaban, dan bersahabat. Hal itu menjadi komitmen AIPA, dalam ikut menciptakan perdamaian dan kesejahtetaan di Asia Tenggara,” ujar Puan.
"AIPA harus dapat menemukan titik temu komitmen bersama, di tengah perbedaan antar negara AIPA," lanjutnya.
Puan menambahkan, dinamika perkembangan geopolitik di masa depan akan semakin kompleks dan menimbulkan berbagai keadaan normal baru (new normal). Untuk menghadapi hal ini, ia mengajak negara-negara ASEAN untuk lebih solid.
“Untuk mencari persamaan di antara negara-negara ASEAN, dan berupaya memperkecil perbedaan,” tegas Puan.