SOEKARNO atau Bung Karno menagih janji Jepang ketika Kota Nagasaki dihantam bom atom yang dijatuhkan sekutu.
Informasi dari berbagai sumber menyebutkan, bom yang dijatuhkan di Nagasaki, dikatakan lebih dahsyat dari bom atom yang mengguncang Hiroshima.
Sekira 80 ribu warga sipil jadi korban. Radius kerusakannya mencapai 1,6 kilometer dari ground zero. 150 tentara Jepang serta sejumlah tawanan perang, baik warga maupun militer AS, Belanda dan Inggris ikut tewas.
Pada 9 Agustus itu pula, mereka tiba di Singapura untuk menginap selama satu malam, demi menghindar dari penerbangan malam. Sehari setelahnya mereka baru melanjutkan perjalanan dengan pengawalan perwira Jepang, Letkol Nomura serta Miyoshi, dan mendarat di Saigon (kini Ho Chi Minh City).
Pengalaman menginap di Istana Saigon sempat mereka rasakan terlebih dulu, sebelum pada 11 Agustus berangkat lagi ke Da Lat, sekitar 300 kilometer dari Saigon. Kendati begitu, belum juga bisa mereka temui Marsekal Terauchi.
Barulah 12 Agustus, pertemuan yang dinanti terjadi juga, di mana singkat cerita, Terauchi menjanjikan kemerdekaan yang sangat diharapan Soekarno Cs. Dalam pertemuan itu, Terauchi menyatakan Jepang ingin melihat Indonesia sudah merdeka pada 24 Agustus.
“Apakah sudah boleh bekerja sekitar 25 Agustus 1945?” tanya Soekarno setelah dijanjikan soal tanggal 24 Agustus.