Selain itu, kata Putu, anggota AIPA di Komite Organisasi ini juga mengusulkan dan menyetujui adanya perubahan lirik lagu AIPA. Saat ini, lanjut dia, memang lirik lagunya sudah cukup lama dibuatnya sehingga perlu pembaharuan mengingat akan bertambahnya negara ASEAN dan anggota AIPA nanti.
“Kita temukan satu komitmen bersama, semua setuju tapi kami sedang godok. Ada tim adhoc yang sedang membuat lirik lagunya, yang saat ini memang cukup lama ya lagu itu, karena akan ada penambahan anggota ASEAN. Mungkin Timor Leste akan masuk sehingga harus dirubah liriknya,” jelas Legislator asal Bali ini.
Oleh karena itu, Putu berharap perempuan dan anak muda serta seluruh anggota AIPA untuk terlibat pembuatan lagu AIPA. Dengan harapan, semangat AIPA sekarang dan ke depan menjadi kekuatan yang besar, tentunya penarik daya tarik dari seluruh kekuatan yang ada di luar itu betul-betul yang tadinya tidak dilirik, tapi sekarang menjadi daya tarik yang tinggi.
“Tentu kita harus siap untuk mengawal engagement kita dengan negara-negara lain yang ingin masuk untuk peningkatan kesejahteraan kawasan ASEAN. Harapannya juga lebih energik dan menunjukkan bagaimana mereka mau berjuang untuk kawasan ASEAN ini,” ungkapnya.
Hal lainnya, Putu mengatakan ada sebuah resolusi yang memberikan posisi parlemen itu awalnya hanya sebuah forum biasa tapi saat ini sudah menjadikan komite khusus parlemen muda. Menurutnya, draf resolusi sudah berhasil mengadopsi atau mengapprove bahwa Young Parliamentary atau parlemen muda sudah menjadi komite khusus di AIPA ini.
“Memang dijelaskan yang dimaksud dengan parlemen muda adalah pertama minimal delegasi satu orang harus usianya di bawah 45 tahun, dan jika ada 3 delegasi, maka 2 delegasi boleh melampaui umur 45 tahun. Tapi jika parlemen negara tersebut memiliki parlemen muda, tentu mereka bisa lebih maksimal di dalam pertemuan forum-forum pemuda tersebut,” kata Putu.
Berikutnya, Putu mengatakan ada satu draf resolusi lainnya, bahwa seluruh peserta baik anggota AIPA maupun observer memberikan apresiasi kepada Presiden dan Chair daripada Sidang Umum ke-44 AIPA. Bahkan, lanjut dia, sudah diputuskan dan menjadi sebuah resolusi untuk mengapresiasi Ketua DPR RI Puan Maharani atas kepemimpinannya sebagai Chair dan Presiden AIPA 44th.
“Tentu, ini suatu hal yang membanggakan. Karena apa? Karena memang parlemen Indonesia dalam isu kesetaraan gender juga menghadirkan Pimpinan Parlemen atau Ketua DPR dari perempuan. Memang ini justru menjadi kekuatan kita, karena kita sudah memiliki ketua parlemen perempuan yang memang isu kesetaraan gender ini menjadi isu utama pembahasan baik tingkat asean maupun tingkat global,” pungkasnya.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.