SEJUMLAH nama pahlawan disematkan menjadi nama gedung, hal itu dilakukan sebagai salah satu penghormatan untuk mengenang jasa-jasanya. Nama mereka kerap digunakan sebagai nama jalan, bahkan gedung. Berikut adalah pahlawan yang namanya sering digunakan menjadi nama gedung:
1. Soekarno
Tak heran jika nama Bapak Proklamasi Soekarno banyak dijadikan sebagai nama gedung, jalan, ataupun tempat lainnya. Soekarno ditetapkan menjadi pahlawan nasional dengan SK Presiden 081/TK/1986 pada 23 Oktober 1986.
Nama Soekarno banyak ditemui di berbagai tempat di Indonesia. Seperti Stadion Utama Gelora Bung Karno di Jakarta, Gedung Utama Terminal Ir Soekarno di Klaten, Gedung Kesenian Ir Soekarno di Jembrana, Gedung Grha Bung Karno di Klaten, Gedung Soekarno LPMP Jawa Tengah di Semarang.
Bahkan disandingkan dengan nama wakilnya, nama Soekarno juga diabadikan pada BandarUdara Soekarno-Hatta.
Bukan hanya di Indonesia, nama Soekarno juga terkenang di beberapa tempat di Luar Negeri. Seperti Masjid Biru Soekarno di Rusia, Soekarno Square di Pakistan, Monumen Soekarno di Aljazair, dan Soekarno Park di Meksiko.
2. Jenderal Sudirman
Pahlawan nasional Jenderal Sudirman merupakan Panglima Besar Tentara Nasional Indonesia yang pertama. Perjuangannya yang begitu besar untuk turut serta dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia membuat namanya juga banyak terkenang di berbagai tempat.
Bahkan nama panglima besar ini diabadikan menjadi nama jalan di beberapa kota besar di Indonesia. Yakni di Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Medan.
Tak hanya itu, namanya juga kerap kali dijadikan sebagai nama gedung. Gedung Sahid Sudirman di Jakarta Pusat, Sudirman Grand Ballroom di Bandung, Balai Sudirman di Jakarta Selatan, Menara Sudirman di Jakarta Selatan, GBI Sudirman di Yogyakarta, adalah beberapa gedung yang menggunakan nama Jenderal Besar Sudirman.
3. Jenderal Ahmad Yani
Jenderal TNI Ahmad Yani adalah salah satu korban dari peristiwa G30S PKI dan pahlawan nasional. Ia pernah mengikuti wajib militer tentara Hindia Belanda. Lalu saat Jepang menjajah Indonesia, Ahmad Yani menjadi anggota tentara Pembela Tanah Air (PETA).
Setelah Indonesia merdeka, Ahmad Yani bergabung dengan Tentara Nasional Indonesia yang saat itu masih dinamai Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Pada tahun 1958, ia berhasil memberhentikan pemberontakan PRRI yang dipimpin oleh Letkol Ahmad Husein di Sumatera Barat. Ia kemudian diangkat menjadi Menteri Panglima Angkatan Darat.
Nama Ahmad Yani diabadikan sebagai nama bandara yang berlokasi di Semarang, yakni Bandar Udara Internasional Jenderal Ahmad Yani. Selain itu, sejumlah gedung atau bangunan juga dinamai dengan namanya.
Sebut saja, Gedung Ahmad Yani di Magelang, Aula Ahmad Yani Makodam Jaya di Jakarta Timur, Gedung Ahmad Yani Direktorat Topografi TNI AD di Jakarta Pusat, Wisma Achmad Yani di Gresik, serta Gedung Ahmad Yani Pusdik Armed di Cimahi.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.