Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Perbedaan Negarakretagama dan Pararaton, Dua Naskah Kuno Referensi Sejarah Majapahit

Avirista Midaada , Jurnalis-Rabu, 23 Agustus 2023 |07:00 WIB
Perbedaan Negarakretagama dan Pararaton, Dua Naskah Kuno Referensi Sejarah Majapahit
Ilustrasi (Foto: Dok Istimewa/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Dua naskah kuno Kakawin Negarakretagama dan Pararaton menjadi sumber sejarah penting mengetahui kehidupan di masa Kerajaan Majapahit. Dari dua naskah ini kehidupan sehari-hari kerajaan bisa ditelusuri. Naskah kuno Kakawin Negarakretagama misalnya ditulis oleh Mpu Prapanca, sedangkan Pararaton masih belum diketahui penulisnya.

Kedua kitab kuno ini kerap digunakan sumber utama sejarah menggambarkan Kerajaan Singasari hingga Majapahit. Namun bila ditelusuri ada perbedaan - perbedaan, kendati menggambarkan masa kerajaan yang sama.

Mpu Prapanca misalnya di Negarakretagama atau sebutan lainnya Desawarnana menguraikan kehidupan tentang desa-desa dan masyarakatnya. Tempat-tempat yang dipandang penting untuk diketahui, dan adat-istiadat yang berhubungan dengan kehidupan di lingkungan keraton.

Prof. Slamet Muljana pada bukunya "Menuju Puncak Kemegahan Sejarah Kerajaan Majapahit", uraian yang demikian tidak akan diapati dalam buku Pararaton yang maksudnya mencatat peristiwa sejarah raja-raja Singasari dan Majapahit. Jika dapat dijumpai satu-dua perkara yang sama, maka dalam buku Pararaton hal tersebut hanya disinggung saja.

Sebagai contoh ialah pesta craddha (srada) dan Bubat di masa Kerajaan Majapahit. Mengenai pesta srada, Nagarakretagama memberikan uraian yang panjang lebar sehingga dapat mengetahui bagaimana pesta itu dirayakan. Dalam Pararaton, peristiwa tersebut hanya disebut saja, tetapi tidak menjelaskan secara rinci.

Mengenai Perang Bubat, Nagarakretagama memberikan uraian lengkap seperti terdapat dalam pupuh 86 dan 87, tetapi tidak menyebut peristiwa Bubat yang bertalian dengan politik kerajaan, yakni perang di Bubat antara tentara Sunda dan Majapahit. Tetapi di Negarakretagama sama sekali pertalian politik itu tidak disinggung. Justru adanya peristiwa sejarah di Bubat dikenal dari Pararaton dan Kidung Sundayana.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement