PRANCIS - Seorang anak berusia 18 tahun ditembak mati di kota Nimes, Prancis selatan. Insiden ini terjadi beberapa hari setelah seorang anak laki-laki berusia 10 tahun terbunuh oleh tembakan dalam serangan yang terkait dengan perdagangan narkoba.
Kedua penembakan tersebut terjadi di kawasan Pissevin di kota yang dilanda kekerasan narkoba.
Korban pertama, bernama Fayed, ditembak mati pada Senin (21/8/2023) malam saat dia berada di dalam mobil bersama pamannya.
Dalam serangan terbaru. korban remaja disergap di beberapa jalan jauhnya.
Jaksa setempat Cécile Gensac mengatakan bahwa anak berusia 10 tahun itu mengalami nasib sial karena berada "di tempat dan waktu yang salah" sesaat sebelum tengah malam pada Senin (21/8/2023).
Dikutip BBC, Fayed ditembak hanya 100 meter dari rumahnya di Pissevin. Keluarganya tidak memiliki hubungan dengan geng narkoba dan tidak pernah bersinggungan dengan pihak berwenang.
Polisi yakin mobil Renault Clio milik pamannya telah dikaitkan secara keliru oleh para pembunuh dengan penembakan lainnya dan Menteri Dalam Negeri Gérald Darmanin berbicara tentang serangan balas dendam antara pengedar narkoba.