Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Respons Presiden Jokowi dan Wapres soal Isu Pilkada 2024 Dipercepat

Binti Mufarida , Jurnalis-Jum'at, 01 September 2023 |06:37 WIB
Respons Presiden Jokowi dan Wapres soal Isu Pilkada 2024 Dipercepat
Jokowi dan Maruf Amin merespons isu Pilkada serentak 2024 dimajukan (Foto : Ilustrasi)
A
A
A

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin ikut merespons perihal isu dipercepatnya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dari semula November menjadi September 2024.

Jokowi mengatakan percepatan Pilkada 2024 belum ada urgensinya. Apalagi, untuk mempercepat Pilkada dibutuhkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu).

"Belum sampai ke situ kok saya. Urgensinya apa, alasannya apa. Semuanya perlu dipertimbangkan secara mendalam," kata Jokowi usai menghadiri acara Rakernas HIPMI XVIII tahun 2023, dikutip Jumat (1/9/2023).

Meski begitu, Jokowi mengatakan, semua usulan mengenai Pilkada 2024 masih dalam kajian di Kemendagri.

"Saya kira semua itu masih kajian di Kemendagri. Dan saya belum tahu mengenai itu," kata Jokowi.

Sementara, menanggapi hal itu Wapres pun mengatakan bahwa hal ini masih berupa usulan. “Yang pemilihan (Pilkada) untuk dimajukan saya kira itu kan baru usulan. Kita lihat saja ya,” ungkap Wapres usai menghadiri acara di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

Wapres pun mengatakan usulan Pilkada dipercepat harus punya alasan logis. Dia pun mencontohkan seperti misalnya tidak terlalu jauh waktu Pemilihan Presiden (Pilpres) ke Pilkada.

“Kalaupun (dipercepat) ada alasannya, artinya logikanya masuk. (Seperti) jangan terlalu jauh mungkin jaraknya jangan terlalu jauh sesudah Pilpres ke Pilkada. Nah kita akan lihat kalau alasannya masuk akal ya. Saya kira untuk kebaikan saja,” kata Wapres.

Namun, kata Wapres, jika memajukan Pilkada tidak mempunyai nilai tambah bahkan kebaikan tentunya harus kembali ke waktu semula yakni pada November 2024.

“Kalau tidak itu tentu akan kembali ke waktu yang lama. Jadi kalau memang memajukan itu punya nilai tambah, nilai kebaikan ya kenapa tidak bisa, begitu saja, Saya kira,” katanya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement