Makan malam keluarga itu memang hanya tiga orang. Soeharto, Tien, dan Prabowo. Soeharto hanya tersenyum mendengar ucapan istrinya. Namun, pada makan malam berikutnya Bu Tien kembali menanyakan hal sama.
Harapan serupa kembali dilontarka. Sedangkan Soeharto masih sama menanggapinya dengan tersenyum. “Masih digodok,” ujar Presiden kelahiran Kemusuk, DIY itu.
Beberapa hari setelahnya, media massa ramai memberitakan KSAD telah terpilih. Sosok itu tak lain Rudini.
Dalam sebuah makan malam yang kembali dihadiri Prabowo, Bu Tien tampak kecewa. “Bapak (Soeharto) itu enggak mau dengar saran Ibu,” kata Bu Tien pada Prabowo.
Profil Jenderal TNI Rudini
Rudini merupakan kelahiran Malang pada 15 Desember 1929. Ia sempat kuliah di Jakarta.
Orangtuanya menginginkannya menjadi seorang dokter. Namun, Rudini sesungguhnya sangat ingin menjadi tentara.
Awalnya Rudini sempat tidak diterima saat mendaftar sebagai prajurit TNI AU karena tinggi badannya tak memenuhi syarat. Ketika Rudini mendengar TNI AD membuka pendaftaran untuk pendidikan di Akademi Militer Kerajaan di Breda, Belanda pada Agustus 1951, impian menjadi tentara pun akhirnya diwujudkannya.