Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Harga Beras Naik, DPR Dorong Pemerintah Buat Pengendalian Demi Jaga Ekonomi Rakyat

Felldy Utama , Jurnalis-Rabu, 06 September 2023 |21:12 WIB
Harga Beras Naik, DPR Dorong Pemerintah Buat Pengendalian Demi Jaga Ekonomi Rakyat
Ilustrasi (Foto: Okezone)
A
A
A

 

JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong Pemerintah pusat dan daerah mengendalikan harga beras di pasaran yang kini tengah meroket tajam. Ia menekankan, diperlukan tindakan yang cepat dan tepat untuk menjaga kesejahteraan masyarakat Indonesia di tengah tantangan ekonomi.

"Beras adalah salah satu makanan pokok di Indonesia, dan kenaikan harga beras dapat mempengaruhi harga pangan secara keseluruhan yang semakin berdampak pada masyarakat," kata Puan, Rabu (6/9/2023).

Puan menilai kenaikan harga beras merupakan masalah serius yang harus ditangani dengan cermat oleh Pemerintah. Menurutnya, beberapa upaya yang bisa dilakukan adalah dengan menjaga stabilitas harga beras, melindungi masyarakat yang rentan, dan memastikan ketersediaan pangan yang cukup untuk semua orang.

"Kenaikan harga beras di sejumlah kota di Indonesia dapat memiliki dampak yang signifikan pada masyarakat. Harus ada respons cepat dari Pemerintah untuk mengendalikan harga beras sesegera mungkin, sehingga kenaikan ini tidak akan berdampak pada kenaikan harga pangan lainnya,” ujarnya

Puan juga meminta Pemerintah daerah (Pemda) untuk memperhatikan komoditas lain yang mengalami kenaikan harga, seperti cabai rawit dan cabai merah. Dengan antisipasi yang tepat, diharapkan persoalan tidak berlarut-larut sekaligus untuk mencegah harga bahan pokok lain mengalami kenaikan harga.

"Pemerintah harus memastikan bahwa pemantauan pasar bersifat aktif, melibatkan pengawasan harga, stok, dan ketersediaan beras di pasar lokal dan nasional. Informasi yang akurat dan real-time adalah kunci dalam mengambil keputusan yang tepat," tegas Puan.

“Jika harga komoditas lainnya ikut naik akibat tingginya harga beras di pasaran, tentunya ini akan semakin mempersulit rakyat, terutama masyarakat dari kalangan ekonomi kecil. Hal ini harus dicegah,” imbuh mantan Menko PMK itu.

Di sisi lain, Puan merinci dampak negatif lain yang akan terjadi apabila seluruh kebutuhan pokok mengalami kenaikan. Seperti meningkatkan biaya hidup bagi masyarakat, khususnya kalangan berpendapatan menengah dan rendah.

"Terutama bagi mereka yang berpenghasilan rendah, ini dapat menjadi beban finansial yang besar dan menyulitkan pemenuhan kebutuhan dasar seperti makanan. Mereka mungkin harus mengurangi konsumsi bahan makanan lainnya demi mengakomodasi kenaikan harga beras," tuturnya.

 BACA JUGA:

Puan juga menekankan pentingnya sinergitas antar Kementerian dan Lembaga untuk menciptakan terobosan untik mengatask persoalan ini. Baik dalam bantuan sosial hingga penguatan teknologi pertanian guna mengantisipasi dampak gagal panen yang berpengaruh pada kenaikan harga beras.

 BACA JUGA:

"Bagaimana Negara dapat mendukung hadirnya teknologi agar petani tetap bisa mengairi sawah saat musim kekeringan. Langkah ini bisa menjadi solusi dan antisipasi gagal panen karena saat kemarau kesulitan petani adalah mengairi persawahannya,” sebut Puan.

Ketua DPP PDI-Perjuangan itu juga mengingatkan Pemerintah untuk memberikan insentif bagi petani yang mengalami gagal panen. Dengan demikian, kata Puan, petani yang mengalami gagal panen tetap bisa menanam lahan pertaniannya.

“Sektor industri pertanian jadi salah satu yang terdampak akibat kemarau panjang. Jadi diperlukan penanganan khusus agar tidak berdampak pada ketahanan pangan tanah air,” imbaunya.

Puan memastikan DPR akan mengawal program pengendalian harga beras di pasaran. Termasuk juga upaya yang dilakukan Pemerintah menghadapi kemarau panjang yang berimbas pada pertanian.

"Pemerintah juga harus memberikan informasi yang transparan kepada publik tentang tindakan yang telah diambil dalam menghadapi kenaikan harga beras. Ini mencakup rencana dan kebijakan yang diimplementasikan serta langkah-langkah yang diambil untuk melindungi kesejahteraan masyarakat," tutup Puan.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), diketahui sebanyak 86 kota mengalami kenaikan harga beras. Kenaikan ini juga menjadi salah satu penyumbang inflasi yang tercatat secara year on year pada Agustus 2023 sebesar 3,27%. Kenaikan itu terjadi karena adanya kenaikan harga gabah baik GKP (Gabah Kering Panen) maupun GKG (Gabah Kering Giling).

Pada Agustus 2023, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp11.754 ribu per kg berdasarkan data BPS. Artinya ada kenaikan sebesar 1,88 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sedangkan beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp11.475 ribu per kg atau naik sebesar 3,19 persen.

(Fakhrizal Fakhri )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement