JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 55 kejadian bencana terjadi dalam sepekan atau per periode 11 sampai 17 September 2023. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mendominasi.
“Secara umum ada 55 kejadian bencana ini bisa kita lihat masih didominasi kebakaran hutan dan lahan,” ungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam Disaster Briefing, Senin (18/9/2023).
Aam sapaan akrab Abdul Muhari mengatakan, dominasi karhutla ini karena masih berada pada fase puncak musim kemarau. Namun, harus dibedakan dengan kondisi kebakaran di wilayah Pulau Jawa yang kebanyakan dari ulah manusia seperti halnya kejadian kebakaran di Gunung Bromo.
“Memang kita masih dalam fase puncak musim kemarau ya. Saya tetapi mungkin ya agak membedakan kalau misalkan di beberapa minggu yang lalu kita fokus pada permasalahan api yang ada di pulau Jawa, apakah itu kebakaran gunung, kebakaran sampah,” kata Aam.
“Nah, ini ada upaya yang optimal baik itu di satgas darat, satgas udara dan juga dibantu oleh hujan, beberapa kebakaran atau api yang ada di Gunung Bromo dan berapa gunung lain bisa dikendalikan. Dan Bromo sudah bisa dipadamkan,” tambahnya.
Aam menambahkan, yang harus menjadi perhatian adalah meskipun saat ini kondisi kemarau akibat fenomena El Nino, namun sebenarnya jika tidak ada intervensi manusia maka tidak akan terjadi karhutla.
“Kita sebut sebagai efek katalis ya, tapi bukan penyebab, jadi bukan musim kemaraunya yang menyebabkan api, yang menyebabkan api itu ada intervensi manusia. Alamnya nggak bisa tiba-tiba muncul api, muncul kebakaran, nggak mungkin. (Penyebab) utama adalah manusia, pasti manusia. Tapi kondisi kering, kondisi panas mempercepat penyebaran api,” papar Aam.