Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Keganjilan Sebelum G30SPKI hingga Mimpi Pahlawan Revolusi Ditusuk Tombak

Arief Setyadi , Jurnalis-Sabtu, 30 September 2023 |07:12 WIB
Keganjilan Sebelum G30SPKI hingga Mimpi Pahlawan Revolusi Ditusuk Tombak
Pahlawan Revolusi (Foto: Dok Okezone)
A
A
A

“Tetapi begitu kamu berpisah, kamu akan dianggap sebagai musuh. Persahabatan dan kebajikan yang telah kamu lakukan di masa yang sudah-sudah, akan mereka lupakan. Makanya kamu tak perlu masuk politik. Masuk tentara boleh, tapi masuk politik, sekali lagi, jangan!,” seru sang jenderal yang jadi pesan terakhir pada anaknya itu.

Pada malam jahanam itu, sekelompok pasukan Tjakrabirawa yang sudah terinfiltrasi gerakan politik PKI menyasarkan kebengisan mereka terhadap sejumlah perwira tinggi TNI AD.

Mayjen TNI MT Haryono sebelum kejadian di pagi buta pada 1 Oktober 1965, sedianya pejabat Deputi III Menpangad bidang Perencanaan dan Pembinaan itu, sudah mendapati firasat akan jadi target kekerasan golongan ekstrem kiri.

“Bapak harus berjaga-jaga. Kabar mengenai rencana penculikan dan pembunuhan itu barangkali benar,” ujar ajudan MT Haryono, dikutip dalam buku ‘Tujuh Prajurit TNI Gugur: 1 Oktober 1965’.

“Buat apa? Saya dan keluargan tak perlu dijaga!,” jawab MT Harjono tegas.

Sebagai seorang perwira tinggi TNI AD, rumah MT Haryono saat itu tanpa penjagaan sama sekali. Bahkan, dia tak pernah mau memanfaatkan fasilitas negara untuk melakukan pengamanan dengan tentara di rumahnya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement