Pada 1 Oktober sekira pukul 04.00 pagi, rumah MT Harjono di Jalan Prambanan Nomor 8, Menteng, Jakarta Pusat itu didatangi segerombolan pasukan Tjakrabirawa.
“Assalaamualaikum!,” ujar Serma Bungkus, pimpinan gerombolan tersebut sembari mengetuk pintu.
Kala itu, yang membukakan pintu adalah istri sang jenderal, Mariatni. Dia pun bertanya maksud kedatangan para pria tegap berseragam dengan bersepatu lars itu.
“Bung Karno memanggil bapak. Ada rapat penting yang harus dihadiri bapak sekarang juga,” jawab Serma Bungkus.
Mariatni pun ingin membangunkan MT Haryono, namun gerombolan itu ikut masuk ke dalam rumah. “Di luar ada tentara yang mengaku utusan Bung Karno. Mereka minta Ayah ikut mereka. Ada rapat penting di Istana Bogor,” ujar Mariatni pada suaminya.
“Tidak ada rapat pagi buta seperti ini,” jawab MT Harjono.