Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Apakah Hamas Juga Termasuk Tentara Palestina?

Hafid Fuad , Jurnalis-Senin, 09 Oktober 2023 |22:04 WIB
Apakah Hamas Juga Termasuk Tentara Palestina?
Ilustrasi untuk Hamas yang termasuk tentara Palestina atau tidak (Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA- Dalam konflik yang kembali meletus dalam beberapa hari terakhir, banyak masyarakat yang masih bingung apakah Hamas juga termasuk tentara Palestina?

 BACA JUGA:

Nama kelompok Hamas kembali jadi topik utama di tengah konflik terbuka antara pasukan Israel dan Palestina. Kelompok Hamas masih menjadi aktor utama dalam setiap konflik berdarah antara Palestina dan Israel.

Namun banyak publik, khususnya generasi muda, masih bertanya-tanya apakah Hamas merupakan bagian dari tentara Palestina?

Dilansir dari berbagai sumber, Senin (9/10/2023), diketahui Hamas sejatinya merupakan kelompok atau faksi terbesar di antara kelompok Muslim Palestina lainnya.

Kelompok Hamas kerap menjadi oposisi dalam peta politik Palestina yang didominasi oleh faksi Fatah. Hamas memiliki pengaruh yang dominan utamanya di Jalur Gaza. Sementara kelompok Fatah mendominasi di Tepi Barat.

Nama Hamas merupakan akronim bahasa Arab yang jika diterjemahkan memiliki makna Gerakan Perlawanan Islam. Berdiri pada 1987 yang diawali dengan gerakan intifada Palestina pertama demi melawan pendudukan Israel di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Demi melawan agresi militer Israel yang brutal, maka Hamas melawannya dengan divisi militer yang legendaris yaitu, Brigade Izzudin al-Qassam.

Dalam beberapa kasus, divisi bersenjata Hamas tersebut selalu diberikan stigma sebagai kelompok teroris oleh negara-negara sekutu Israel seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, Inggris, dan beberapa negara lainnya.

Setelah gerakan intifada pertama di Palestina, Hamas mengemuka sebagai kelompok utama penentang kesepakatan damai yang ditandatangani pada awal 1990-an antara Israel dan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), organisasi yang mewakili sebagian besar rakyat Palestina.

Walaupun digempur berkali-kali oleh Israel dan dirazia oleh Otorita Palestina (badan pemerintahan utama rakyat Palestina) namun tidak bisa menghapus gerakan tersebut. Hamas justru selalu didukung masyarakat.

Bahkan Hamas punya kekuatan veto atas proses perdamaian yang tidak menguntungkan warga Palestina, dengan melancarkan rangkaian serangan bunuh diri yang sangat ditakuti Israel.

Akan tetapi, tujuan Hamas tentu bukan semata-semata hanya untuk aksi militer semata. Kelompok tersebut juga memiliki peran sosial masyarakat. Mereka melaksanakan berbagai program kesejahteraan sosial bagi rakyat Palestina.

Bahkan, sejak 2005, ketika Israel menarik pasukan dari Gaza, Hamas terlibat dalam proses politik Palestina. Alhasil Hamas memenangi pemilihan umum legislatif pada 2006.

Hal ini kemudian menguatkan kendalinya di Gaza serta mendepak rivalnya, Gerakan Fatah pimpinan Presiden Mahmoud Abbas.

Sejak saat itu, kelompok di Gaza telah melakoni berbagai pertempuran melawan Israel. Pihak Mesir belakangan bergabung dengan menerapkan blokade untuk mengisolasi Hamas dan menekannya agar menghentikan serangan.

Saat ini Brigade Al Qassam terus menyerukan kepada warga para warga Palestina di Tepi Barat dan di dalam Israel untuk ikut terlibat dalam pertempuran yang sedang berlangsung.

Sayap militer tersebut mengklaim bahwa Operasi Badai Al Aqsa berjalan sesuai rencana untuk meminta pertanggungjawaban Israel atas agresinya.

(Hafid Fuad)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement