JAKARTA –Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyalurkan daging kurban ke 92 kabupaten/kota di Indonesia, mulai dari wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), daerah terdampak bencana, serta komunitas minoritas muslim. Selain itu, daging kurban didistribusikan untuk korban genosida Israel di Palestina.
Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU, Riri Khariroh mengatakan, distribusi hewan kurban juga menyasar wilayah konflik kemanusiaan di Palestina dan Yordania.
“Sejak awal program kurban difokuskan untuk menjangkau masyarakat yang selama ini sulit mendapatkan akses bantuan,” ujar Riri di Jakarta, Sabtu (30/5/2026).
Program kurban ini mampu menjangkau wilayah-wilayah 3T, terluar, terdepan, tertinggal, seperti di Papua, Nusa Tenggara, terus ada yang sampai Pulau Buru (Maluku), dan Kalimantan,” katanya.
Selain itu, untuk daerah terdampak bencana juga masih menjadi perhatian utama dalam penyaluran bantuan kemanusiaan, termasuk melalui distribusi hewan kurban.
“Jadi di samping wilayah 3T yang ada di Indonesia, yang kedua adalah wilayah kebencanaan, yang memang saat ini masih menjadi concern kami untuk terus membantu, seperti di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat,” ujarnya.
Selain menyasar wilayah pelosok dan daerah terdampak bencana, pihaknya juga menyalurkan hewan kurban ke wilayah konflik di Palestina.