Nepal mengkonfirmasi pada Minggu (8/10/2023) bahwa 10 pelajar yang terbunuh telah pergi ke Israel untuk bekerja dan memperoleh keterampilan di sebuah perusahaan pertanian.
Salah satu korbannya adalah Rajesh Kumar Swarnakar, 27 tahun, yang keluarganya sedang berduka di desa mereka Madhuwan di distrik Sunsari timur.
Rajesh adalah mahasiswa pertanian tahun terakhir yang ingin pergi ke Australia.
"Saya tidak menyetujui pengiriman saudara laki-laki saya ke Israel. Dia bersikeras kepada kami bahwa dia telah menerima beasiswa dan mengatakan kepada kami bahwa dia akan menabung sejumlah uang untuk mendaftar ke Australia setelah menyelesaikan program di Israel,” kata saudaranya, Mukesh, kepada BBC Nepali.
Ayah mereka Raj Kumar Swarnakar merasa pemerintah Israel lalai mengirimkan putranya untuk pelatihan di daerah rawan konflik.
Secara total, Nepal mengatakan 265 siswanya bekerja di berbagai pertanian Israel.
Tujuh belas mahasiswa dari Universitas Far Western Nepal diserang oleh orang-orang bersenjata Hamas di dekat Gaza. Selain 10 orang yang tewas, empat orang dirawat di rumah sakit setempat dan dua orang telah diselamatkan ke Tel Aviv. Satu masih hilang.
Kedutaan Nepal di Israel mengatakan lebih dari 200 warga Nepal telah mengisi formulir yang menyatakan kesediaan mereka untuk kembali ke negaranya. Selain mereka yang bekerja di bidang pertanian, 4.500 warga Nepal lainnya dilaporkan bekerja sebagai pengasuh di Israel.
Secara terpisah, India mengatakan bahwa mereka bekerja secara aktif untuk memulangkan warga negaranya di Israel. Menurut laporan media, ada sekitar 18.000 orang India yang tinggal dan bekerja di negara tersebut.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.